Lebak, Jurnalkota.co.id
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lebak AKBP Arninsi meminta polisi wanita (Polwan) menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Arninsi dalam keterangannya pada peringatan Hari Polisi Wanita di Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (3/9/2026).
Menurut Arninsi, Polwan memiliki kedudukan dan tanggung jawab yang sama pentingnya dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Kehadiran Polwan bukan sekadar melengkapi organisasi, melainkan menjadi bagian dari pelaksana tugas Polri untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Polwan bukan sebagai pelengkap, tetapi sebagai pelaksana tugas Polri untuk melindungi dan melayani masyarakat,” kata Arninsi.
Ia mengatakan, perkembangan zaman turut mengubah bentuk dan pola tindak kejahatan. Kejahatan yang dihadapi kepolisian saat ini tidak lagi terbatas pada tindak kriminal konvensional, tetapi telah berkembang dengan memanfaatkan teknologi digital.
Karena itu, Polwan dituntut terus meningkatkan kompetensi dan menguasai teknologi. Kemampuan tersebut diperlukan untuk mendukung pengungkapan kasus kejahatan siber yang semakin kompleks.
Arninsi menilai penguasaan teknologi digital menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi seluruh personel kepolisian, termasuk Polwan. Peningkatan kompetensi diperlukan agar mereka mampu mengikuti perkembangan modus kejahatan dan memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain memiliki kemampuan profesional, Polwan juga diharapkan mengedepankan sikap humanis, empati, dan kepedulian dalam menjalankan tugas.
Sikap tersebut terutama dibutuhkan ketika menangani persoalan yang melibatkan kelompok rentan, seperti perempuan, anak-anak, dan lanjut usia. Polwan dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan rasa aman serta memberikan pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan perlindungan.
Menurut Arninsi, tanggung jawab Polwan tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pelayanan di lingkungan kepolisian. Polwan juga kerap hadir dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk ketika masyarakat terdampak bencana alam.
“Begitu juga Polwan dalam menghadapi berbagai bencana alam, seperti banjir, kekeringan, longsor, hingga kerawanan pangan, selalu mengedepankan kepedulian sosial dengan menyalurkan berbagai bantuan dan pertolongan,” ujarnya.
Ia mengatakan, kehadiran Polwan dalam penanganan bencana diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak. Bantuan tersebut dapat diberikan melalui penyaluran kebutuhan pokok maupun pelayanan dan pendampingan kepada warga.
“Kami juga sebagai kaum perempuan tentu lebih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam menghadapi bencana alam,” kata Arninsi, yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2007.
Saat ini, terdapat 36 personel Polwan yang bertugas di lingkungan Polres Lebak. Jumlah tersebut masih lebih sedikit dibandingkan dengan personel polisi laki-laki dan dinilai belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan organisasi.
Meski demikian, personel Polwan tetap ditempatkan di berbagai fungsi dan satuan kerja. Mereka bertugas antara lain pada satuan reserse narkoba, pembinaan masyarakat, satuan lalu lintas, serta sejumlah kepolisian sektor di wilayah hukum Polres Lebak.
Penempatan di berbagai satuan tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan peran Polwan dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, mulai dari penegakan hukum hingga pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Kita maksimalkan Polwan untuk mendukung tugas-tugas kepolisian,” ujar Arninsi.
Arninsi berharap para Polwan terus meningkatkan kemampuan, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Profesionalisme dan sikap humanis dinilai menjadi bekal penting bagi Polwan dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian yang terus berkembang.
Penulis: Noma
Editor: Antoni











