www jurnalkota.co.id
Oleh: Eviyanti
Pendidik Generasi dan Pegiat Literasi
Gaza makin mengerikan. Sampai hari ini serangan udara Israel masih berlanjut terhadap Gaza. Korban terus berjatuhan, sementara itu mereka pun harus tetap bertahan di tengah kelaparan yang kian hari kian parah. Pasalnya, stok makanan kian menipis, dan ini memperparah kelaparan di wilayah kantong Palestina.
Seperti yang dikutip oleh media online kompas.tv, pada hari Jumat (25-04-2025), WFP atau Program Pangan Dunia telah mengumumkan bahwa stok makanan mereka di jalur Gaza telah habis. Ini terjadi akibat adanya blokade yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina delapan pekan terakhir. Akhirnya membuat warga Gaza Palestina kehilangan sumber makanan utama mereka. WFP dalam pernyataannya resminya, menyebutkan bantuan terakhir telah disalurkan ke dapur umum di berbagai wilayah Gaza. Dapur-dapur itu diperkirakan akan berhenti beroperasi karena stok bahan makanan akan habis dalam beberapa hari ke depan.
Sungguh membuat hati teriris. Semua ini membuat kita makin mengkhawatirkan keadaan saudara kita di sana, mengingatkan banyak warga Gaza bergantung pada makanan dari dapur umum tersebut. Sekitar 80 persen dari 2 juta penduduk Gaza semua menggantung kan harapannya untuk mengisi perut mereka dari dapur umum tersebut.
Makanan tidak tersedia, yang ada hanya pasta dan nasi yang jumlahnya sangat sedikit (tidak mencukupi meski hanya untuk setengah penduduk). Apalagi setelah pengeboman satu-satunya pabrik roti yang masih berdiri. Harga bahan-bahan di pasaran sangat tinggi dan itupun hampir habis. Ketersediaan air juga makin langka. Dan dapur-dapur umum sudah tidak bisa beroperasi karena habisnya bahan.
Solusi yang ditetapkan Allah atas penjajahan Palestina, yaitu jihad, sebagaimana perintah Allah dalam Al Baqarah ayat 190, tidak kunjung dilakukan sehingga kondisi Gaza makin mengerikan. Apalagi penguasa negeri-negeri Muslim justru berkhianat pada umat
Sebagaimana firman Allah Swt., “Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (TQS. Al Baqarah:2[190])
Solusi tuntas Palestina membutuhkan upaya untuk mengakhiri pengkhianatan, yaitu dengan persatuan umat dalam naungan khilafah. Sebagaimana dulu Rasulullah saw. menghadapi Yahudi, maupun perang Hittin.
Palestina hanya bisa diselamatkan dengan jihad dan khilafah. Umat harus berjuang untuk mewujudkannya. Perjuangan itu membutuhkan adanya dakwah yang dipimpin oleh jamaah dakwah ideologis yang istiqamah menyerukan jihad dan tegaknya khilafah. Mari menjadi bagian dari barisan dan ikut berjuang mewujudkannya! Wallahualam bissawab**








