Keluarga Risiko Stunting di Lebak Turun dari 162.000 Jadi 43.088

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Jumlah keluarga risiko stunting (KRS) di Kabupaten Lebak, Banten, mengalami penurunan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Jika pada 2022 tercatat mencapai 162.000 keluarga, pada 2025 jumlahnya menurun menjadi 43.088 keluarga.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, mengatakan penurunan tersebut tidak terlepas dari intervensi melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

“Penurunan kasus KRS ini merupakan hasil intervensi berbagai pihak melalui Program Genting,” ujar Tuti di Lebak, Rabu (11/2/2026).

Program Genting merupakan salah satu dari lima program prioritas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam rangka mempersiapkan Generasi Emas 2045 dan menekan angka stunting.

Menurut Tuti, pelaksanaan program tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN, perusahaan swasta, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, hingga media.

“Program Genting ini bersifat gotong royong. Bukan hanya pemerintah yang menjadi orang tua asuh bagi keluarga risiko stunting,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, dukungan dapat berupa penghimpunan dana yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak. Dana tersebut kemudian disalurkan melalui relawan Dapur Atasi Stunting (Dahsyat) yang tersebar di desa-desa.

Relawan Dahsyat memproduksi makanan bergizi dan berprotein untuk didistribusikan kepada keluarga risiko stunting, ibu hamil, bayi usia dua tahun (baduta), serta balita.

Tuti menyebutkan, program tersebut menyasar 43.088 keluarga risiko stunting, 4.286 ibu hamil, 14.301 baduta, serta 45.690 balita. Pemberian asupan gizi dilakukan sesuai kondisi pemulihan, mulai 14 hari hingga enam bulan.

“Kami berharap Program Genting dapat terus menekan angka KRS. Jika KRS menurun, maka kasus stunting di Lebak juga dapat ditekan,” ujarnya.

Sementara itu, Aminah (35), warga Kelurahan MC Timur, Rangkasbitung, mengaku merasakan manfaat program tersebut. Ia mengatakan dua anaknya yang sebelumnya mengalami gizi kurang kini menunjukkan kondisi yang lebih baik setelah rutin menerima makanan dari Dapur Dahsyat.

“Kami merasa lega karena anak-anak kini lebih sehat setelah mendapatkan makanan bergizi,” kata Aminah.

 

Penulis: Noma
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *