Lebak, Jurnalkota.co.id
Sejumlah kepala sekolah di Kabupaten Lebak, Banten, menegaskan pentingnya pendidikan sebagai kunci utama dalam menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia sekaligus mendorong kemajuan bangsa.
Mereka menilai, pendidikan yang dimulai sejak usia dini hingga perguruan tinggi menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan.
“Kami meyakini melalui pendidikan, anak-anak sebagai generasi penerus bangsa akan mampu melangkah lebih maju dan meraih capaian yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya,” kata Kepala SMP Mardiyuana Rangkasbitung, Toto Robertus, di Lebak, Minggu (12/4/2026).
Menurut Toto, keberhasilan suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas pendidikan masyarakatnya. Oleh karena itu, setiap anak wajib mendapatkan akses pendidikan yang layak, berkualitas, dan berkelanjutan.
Namun, ia mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait kualitas tenaga pendidik serta ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.
“Pemerintah harus memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas guru dan fasilitas pendidikan, karena hingga saat ini masih banyak yang perlu dibenahi,” ujarnya.
Selain aspek akademik, Toto juga menekankan pentingnya keamanan siswa, baik secara fisik maupun mental, selama berada di lingkungan sekolah. Hal ini dinilai penting agar orang tua merasa tenang dalam mempercayakan pendidikan anak-anak mereka.
“Kami mengimbau semua pihak untuk fokus memperbaiki mutu pendidikan, sehingga anak-anak dapat menentukan masa depan mereka dengan lebih baik,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Sekolah Rakyat Terpadu 36 Kabupaten Lebak, Tuti Sugiarti, menyebut pendidikan merupakan sarana utama dalam membangun masa depan bangsa yang lebih baik.
Menurutnya, peran orang tua dan pendidik sangat penting dalam menumbuhkan rasa percaya diri pada anak agar mereka yakin mampu meraih kesuksesan melalui pendidikan.
“Anak-anak perlu dibimbing untuk memiliki cita-cita yang jelas, sehingga mereka lebih termotivasi dan bersemangat dalam proses belajar,” ujar Tuti.
Ia juga menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai spiritual sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter anak.
“Tiga unsur penting—orang tua, sekolah, dan lingkungan—harus bersinergi agar anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 34 Kabupaten Lebak, Chandra Lustianta Budiharja, menilai pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga sebagai pembentuk karakter dan kepribadian anak.
Menurut Chandra, sekolah harus menjadi ekosistem yang mampu merangkul keunikan setiap anak serta memberikan rasa aman secara emosional.
“Sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga ruang yang mendukung anak untuk berkembang menjadi versi terbaik dirinya, dengan tetap menjunjung nilai kejujuran dan rasa aman,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara kasih sayang orang tua dan profesionalisme pendidik menjadi fondasi penting dalam membangun generasi masa depan.
“Menyelamatkan masa depan anak Indonesia tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan ekosistem yang peduli. Ketika orang tua dan sekolah berjalan seiring, serta anak-anak tumbuh dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan akhlak yang baik, maka masa depan yang cerah akan tercipta,” ujarnya.
Penulis: Noma
Editor: Antoni














