Lebak, Jurnalkota.co.id
Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Lebak, Banten, mulai menampung berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Ketua Kopdes Merah Putih Desa Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung, Ajat Sudrajat mengatakan, koperasi tersebut membantu memasarkan berbagai produk olahan makanan hasil produksi warga setempat.
“Kami membantu pelaku UMKM masyarakat untuk memasarkan produk mereka,” kata Ajat, Sabtu (16/5/2026).
Adapun produk UMKM yang dipasarkan antara lain keripik ubi, keripik singkong, rempeyek ikan, rempeyek tempe, stick bawang, kembang goyang, roti, hingga kentang goreng.
Menurut Ajat, Kopdes Merah Putih Desa Jatimulya menerapkan sistem konsinyasi atau barang terjual baru dibayar kepada pelaku UMKM.
Harga produk yang dipasarkan berkisar antara Rp10.000 hingga Rp20.000, tergantung jenis dan kualitas produk.
“Kami meyakini keberadaan koperasi ini dapat membantu menggulirkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Ajat menambahkan, Kopdes Merah Putih Desa Jatimulya resmi mulai beroperasi bertepatan dengan peluncuran nasional Kopdes Merah Putih oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Selain menjalankan usaha perdagangan, koperasi tersebut juga bekerja sama dengan Puskesmas Rangkasbitung untuk membuka layanan klinik dan apotek bagi masyarakat.
Sementara itu, anggota Kopdes Merah Putih Desa Jatimulya, Neti, mengatakan hingga saat ini koperasi memiliki 230 anggota. Setiap anggota diwajibkan membayar simpanan pokok sebesar Rp50.000 dan simpanan wajib Rp25.000 per bulan.
Ia menambahkan, pengurus koperasi terus mengoptimalkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya ekonomi berbasis koperasi.
“Ekonomi koperasi dibangun dengan prinsip gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, mengatakan saat ini terdapat 78 Kopdes Merah Putih yang sudah beroperasi di Kabupaten Lebak.
Menurut dia, koperasi tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan melalui berbagai kegiatan usaha.
“Saat ini jumlah KDMP yang dibangun PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) mencapai 344 desa, namun yang sudah beroperasi sebanyak 78 Kopdes Merah Putih,” ujar Imam.
Ia menjelaskan, Kopdes Merah Putih melayani berbagai bidang usaha sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, mulai dari klinik kesehatan, logistik, warung sembako, pertanian, hingga pergudangan.
“Kami meyakini KDMP dapat menjadi andalan ekonomi masyarakat desa untuk meningkatkan kesejahteraan dan menghapus kemiskinan,” kata Imam.
Penulis: Noma
Editor: Antoni








