Aceh Tenggara, Jurnalkota.co.id
Warga Desa Lawe Harum, Kecamatan Deleng Pokhkisen, Kabupaten Aceh Tenggara, menyambut baik pembangunan saluran irigasi yang dilakukan Pemerintah Aceh. Infrastruktur tersebut dinilai sangat membantu kebutuhan air untuk lahan persawahan dan kolam ikan warga.
Seorang warga, Siregar (50), mengaku bersyukur atas pembangunan irigasi yang selama ini dinantikan masyarakat.
“Terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang sudah membangun irigasi ini. Saluran ini sangat dibutuhkan untuk mengairi lahan persawahan kami,” ujar Siregar saat ditemui di area persawahan, Rabu (13/5/2026).
Menurut dia, manfaat pembangunan irigasi tidak hanya dirasakan petani di Desa Lawe Harum, tetapi juga masyarakat di Kecamatan Lawe Bulan yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan budidaya ikan air tawar.
Ia menjelaskan, selama ini banyak lahan budidaya ikan air tawar beralih fungsi menjadi area persawahan. Kondisi tersebut menyebabkan produksi ikan air tawar di Aceh Tenggara mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu, ratusan hektare sawah di kawasan tersebut juga kerap mengalami kekeringan saat musim tanam akibat kerusakan saluran irigasi. Debit air yang masuk dinilai tidak mencukupi kebutuhan petani sehingga berdampak pada hasil panen.
“Dengan adanya rehabilitasi irigasi yang dianggarkan Pemerintah Aceh, petani di dua kecamatan ini diharapkan bisa panen dua hingga tiga kali dalam setahun. Ekonomi masyarakat tentu juga akan terbantu,” katanya.
Siregar berharap pembangunan irigasi dapat segera diselesaikan agar masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut, terutama petani sawah dan pembudidaya ikan air tawar.
Ia juga mengatakan, sebelumnya warga harus bergotong royong membuat bendungan sementara di hulu irigasi untuk mengalihkan aliran sungai ke area persawahan.
“Ke depan kami tidak perlu lagi membuat bendungan darurat secara gotong royong. Kami akan menjaga irigasi ini dengan baik agar bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Penulis: Yuda
Editor: Antoni








