KRI Bubara-868 Hancurkan Sasaran Latihan di Perairan Utara Jakarta, Uji Kesiapan Tempur Prajurit TNI AL

Jasa Maklon Sabun

Jakarta, Jurnalkota.co.id

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bubara-868 berhasil menghancurkan sasaran latihan dalam kegiatan penembakan yang digelar di Perairan Utara Jakarta, Selasa (26/5/2026). Latihan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI Angkatan Laut untuk menjaga kesiapan tempur prajurit sekaligus meningkatkan profesionalisme personel dalam mendukung tugas operasi laut.

Kegiatan latihan dilaksanakan saat KRI Bubara-868 menjalankan Operasi Rakata Jaya-26 di bawah kendali Komando Armada I (Koarmada I). Dalam latihan itu, seluruh prajurit menjalani berbagai simulasi tempur menggunakan sistem persenjataan kapal maupun senjata perorangan.

Sejumlah persenjataan yang digunakan dalam latihan di antaranya meriam 30 MM, mitraliur 12,7 MM, senjata laras panjang M4 Carbine, K-7 Daewoo, hingga pistol G-2 Combat. Seluruh tahapan latihan dilakukan secara terukur dengan tetap mengedepankan standar keamanan dan keselamatan personel serta material tempur.

Dalam simulasi tersebut, prajurit KRI Bubara-868 berhasil menghancurkan sasaran berupa drum yang dijadikan target latihan dan disimulasikan sebagai kapal musuh. Sasaran itu berhasil ditembak hingga tenggelam setelah dihantam rentetan tembakan dari berbagai sistem persenjataan yang dioperasikan prajurit.

Keberhasilan tersebut dinilai menjadi indikator kesiapan tempur prajurit sekaligus menunjukkan kemampuan awak kapal dalam mengoperasikan sistem persenjataan secara efektif dan profesional di tengah pelaksanaan operasi laut.

Komandan KRI Bubara-868 Mayor Laut (P) Franky A.W. Siregar mengatakan, latihan penembakan merupakan bagian penting dalam pembinaan kemampuan dasar keprajuritan yang harus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.

Menurut dia, latihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan individu prajurit, tetapi juga memperkuat koordinasi dan kerja sama tim dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di wilayah perairan Indonesia.

“Latihan menembak menjadi salah satu upaya untuk menjaga kesiapan operasional prajurit. Selain meningkatkan kemampuan individu, kegiatan ini juga melatih koordinasi antar personel agar mampu bertindak cepat dan tepat dalam mendukung keberhasilan tugas operasi di laut,” ujar Franky.

Ia menambahkan, kesiapan personel dan material tempur menjadi faktor utama dalam mendukung tugas TNI Angkatan Laut, khususnya dalam menjaga keamanan wilayah perairan nasional dan penegakan hukum di laut.

Karena itu, setiap unsur KRI yang sedang melaksanakan operasi diwajibkan terus mengasah kemampuan personel melalui berbagai latihan, baik latihan tempur, navigasi, komunikasi, maupun prosedur keselamatan di laut.

“Profesionalisme prajurit harus terus dipelihara melalui latihan yang realistis dan berkelanjutan. Dengan kesiapan yang baik, prajurit akan mampu menghadapi berbagai dinamika tugas secara optimal,” katanya.

Suasana latihan berlangsung penuh semangat. Seluruh prajurit tampak disiplin menjalankan setiap instruksi dan prosedur latihan. Dentuman tembakan dari meriam kapal dan senjata perorangan menggema di kawasan latihan saat simulasi penghancuran target berlangsung.

Selain menguji kemampuan teknis pengoperasian senjata, latihan tersebut juga menjadi sarana evaluasi kesiapan personel dalam menghadapi situasi tempur sebenarnya. Setiap prajurit dituntut mampu bekerja cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam setiap tahapan operasi.

Operasi Rakata Jaya-26 sendiri merupakan salah satu operasi yang dilaksanakan Koarmada I dalam rangka menjaga stabilitas keamanan laut serta meningkatkan kesiapsiagaan unsur-unsur TNI AL di wilayah perairan Indonesia bagian barat.

Melalui operasi tersebut, unsur kapal perang TNI AL tidak hanya menjalankan patroli keamanan laut, tetapi juga melaksanakan berbagai latihan untuk memastikan seluruh sistem persenjataan dan kemampuan prajurit tetap berada dalam kondisi optimal.

Kegiatan latihan tempur seperti yang dilaksanakan KRI Bubara-868 menjadi bagian dari komitmen TNI AL dalam menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia. Dengan kondisi geografis Indonesia yang didominasi wilayah perairan, kesiapan armada dan personel dinilai menjadi hal penting dalam menghadapi berbagai ancaman maupun pelanggaran di laut.

Melalui latihan rutin dan berkelanjutan, TNI AL berharap seluruh prajurit mampu meningkatkan kesiapan operasional, profesionalisme, serta respons cepat dalam menjalankan tugas negara, baik dalam operasi militer perang maupun operasi militer selain perang.

 

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *