Kualitas Udara Tanjungpinang Masih Kategori Sedang, Kelompok Rentan Diminta Waspada

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Konsentrasi partikel halus atau particulate matter (PM2.5) di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengalami peningkatan berdasarkan hasil pengukuran terbaru Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang.

Konsentrasi PM2.5 tercatat naik dari 17,5 mikrogram per meter kubik pada 4 September 2026 menjadi 24,9 mikrogram per meter kubik. Meski mengalami peningkatan, kualitas udara di Tanjungpinang masih berada dalam kategori sedang.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Tanjungpinang, Rustam, mengatakan bahwa kualitas udara dalam kategori sedang secara umum masih dapat diterima oleh masyarakat.

Namun, kondisi tersebut tetap perlu mendapat perhatian, terutama bagi orang-orang yang sangat sensitif terhadap polusi udara. Paparan partikel halus dalam waktu lama berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi kelompok tertentu.

Kelompok yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain anak-anak, lanjut usia (lansia), serta warga yang memiliki riwayat penyakit jantung atau paru-paru. Mereka disarankan membatasi paparan udara luar, khususnya ketika harus menjalani aktivitas dalam waktu lama.

“Anak-anak, lansia, serta orang dengan riwayat penyakit jantung atau paru-paru sebaiknya mulai berhati-hati jika beraktivitas lama di luar ruangan,” ujar Rustam.

PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan. Oleh karena itu, kelompok rentan dianjurkan melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan.

Rustam menyarankan masyarakat menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus apabila harus beraktivitas di luar rumah. Intensitas aktivitas fisik juga perlu dikurangi jika mulai muncul rasa tidak nyaman pada tubuh, terutama di bagian dada.

“Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker yang dapat menyaring partikel halus. Apabila saat beraktivitas mulai terasa tidak nyaman pada dada, aktivitas fisik atau olahraga berat sebaiknya dikurangi,” kata Rustam.

Menurut dia, kewaspadaan terhadap paparan PM2.5 tidak hanya diperlukan ketika berada di luar ruangan. Kualitas udara di dalam rumah juga perlu diperhatikan, terutama bagi keluarga yang memiliki anak-anak, lansia, atau anggota keluarga dengan penyakit jantung dan paru-paru.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah menggunakan alat penjernih udara dengan penyaring berstandar high efficiency particulate air (HEPA). Penyaring tersebut dapat membantu mengurangi keberadaan partikel halus di dalam ruangan.

“Di dalam rumah, penggunaan penjernih udara yang dilengkapi filter HEPA dapat membantu menyaring partikel PM2.5,” ujar Rustam.

Sementara bagi masyarakat yang berada dalam kondisi sehat, Rustam mengimbau agar tetap memantau informasi kualitas udara sebelum berolahraga atau melakukan aktivitas dalam waktu lama di luar ruangan.

Pemantauan kualitas udara dinilai penting agar masyarakat dapat menyesuaikan jenis dan durasi aktivitas dengan kondisi polusi terkini. Warga juga dapat mengurangi masuknya polutan ke dalam rumah dengan tidak membuka jendela pada jam-jam ketika arus lalu lintas sedang padat.

“Untuk masyarakat yang sehat, sebelum berolahraga atau beraktivitas lama di luar ruangan, cek terlebih dahulu tingkat polusi terkini,” kata Rustam.

Selain membatasi paparan, masyarakat dianjurkan menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan air putih dan mengonsumsi makanan bergizi. Langkah pencegahan tersebut penting dilakukan seiring meningkatnya konsentrasi PM2.5 di Tanjungpinang.

Rustam mengingatkan masyarakat agar tidak panik karena kualitas udara masih berada dalam kategori sedang. Kendati demikian, warga tetap perlu meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan aktivitas, khususnya kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat polusi udara.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *