Lis Darmansyah Tinjau MPLS, Serap Persoalan Pendidikan di Tanjungpinang

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, memanfaatkan momentum hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027 untuk meninjau langsung pelaksanaan kegiatan belajar sekaligus menyerap berbagai persoalan yang dihadapi satuan pendidikan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Tanjungpinang meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui evaluasi yang berbasis pada kondisi nyata di lapangan.

Peninjauan dilakukan di SMP Negeri 1 Tanjungpinang, Senin (20/7/2026), bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari. Selain melihat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Lis Darmansyah juga memantau pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah yang digelar pada hari pertama masuk sekolah.

Dalam kunjungan tersebut, Lis Darmansyah berdialog dengan kepala sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan kegiatan pendidikan sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang masih perlu mendapat perhatian pemerintah.

“Kita sekalian melihat persoalan yang ada. Mudah-mudahan ini kita bisa mencari solusi yang lebih baik untuk memberikan peningkatan pelayanan pendidikan di Kota Tanjungpinang,” kata Lis Darmansyah.

Menurut Lis Darmansyah, kunjungan ke sekolah tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses evaluasi untuk mengetahui secara langsung berbagai tantangan yang dihadapi sekolah. Informasi yang diperoleh dari lapangan akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan maupun program peningkatan mutu pendidikan di Kota Tanjungpinang.

Ia berharap setiap persoalan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi antara pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah sehingga kualitas pelayanan pendidikan terus meningkat dari waktu ke waktu.

Selain mengevaluasi kondisi sekolah, Lis Darmansyah juga memberikan perhatian terhadap pelaksanaan MPLS. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak boleh dimaknai hanya sebagai pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru, tetapi harus menjadi momentum awal dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta menggali potensi yang dimiliki setiap siswa.

Ia menilai setiap anak memiliki kemampuan dan bakat yang berbeda sehingga sekolah perlu melakukan identifikasi sejak awal agar potensi tersebut dapat dikembangkan melalui pembinaan yang tepat.

“Ini bukan sekadar mengenal lingkungan sekolah dan sekitarnya, tetapi sekolah juga harus mengidentifikasi kemampuan anak-anak, baik di bidang olahraga, seni, maupun bidang lainnya,” ujarnya.

Lis Darmansyah mengatakan, pengenalan potensi peserta didik sejak awal akan membantu guru memberikan pendampingan sesuai minat dan kemampuan masing-masing siswa. Dengan demikian, sekolah tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mampu mencetak peserta didik yang berprestasi di berbagai bidang.

Menurutnya, hari-hari pertama di sekolah merupakan fase penting bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Karena itu, sekolah perlu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk perundungan agar siswa merasa percaya diri mengikuti proses pembelajaran.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara guru, orang tua, dan peserta didik. Sinergi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan pendidikan sekaligus membentuk karakter anak.

Pada kesempatan yang sama, Lis Darmansyah mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah. Menurutnya, program tersebut memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah.

Ia menilai kehadiran ayah memberikan dukungan emosional yang mampu meningkatkan rasa percaya diri anak saat memasuki lingkungan belajar yang baru. Perhatian yang diberikan orang tua, khususnya ayah, juga menjadi bentuk nyata keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan.

“Selama ini mungkin anak lebih sering diantar ibu, nenek, kakak, atau anggota keluarga lainnya. Hari ini peran itu diambil oleh ayah. Ini memberi kesan bahwa kita tidak sekadar melepas anak ke sekolah, tetapi juga menunjukkan perhatian seorang ayah terhadap pendidikan anaknya,” kata Lis Darmansyah.

Menurutnya, keterlibatan ayah dalam pendidikan anak sebaiknya tidak berhenti pada hari pertama sekolah saja. Peran tersebut perlu terus diwujudkan melalui komunikasi, pendampingan belajar, serta dukungan terhadap perkembangan akademik maupun karakter anak selama menempuh pendidikan.

Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap momentum hari pertama sekolah tidak hanya menjadi awal dimulainya proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas.

Melalui peninjauan langsung ke sejumlah sekolah, Pemkot Tanjungpinang juga berkomitmen memastikan setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan mampu mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan berbagai persoalan yang masih dihadapi dunia pendidikan dapat diidentifikasi sejak dini dan diselesaikan secara bertahap, sehingga kualitas pendidikan di Kota Tanjungpinang terus meningkat dan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *