Medali Gonggong Dekranasda Fun & Run Tanjungpinang, Buatan IKM Lokal hingga Libatkan 150 Pelaku Usaha

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Medali yang diterima peserta Dekranasda Fun & Run 5K dan 10K di Kota Tanjungpinang tak sekadar menjadi penanda keberhasilan mencapai garis finis. Medali berbentuk gonggong itu merupakan hasil kerajinan industri kecil dan menengah (IKM) lokal yang dilibatkan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Sebanyak 1.200 medali dibuat dengan mengangkat bentuk gonggong, biota laut yang lekat dengan identitas Kota Tanjungpinang dan Kepulauan Riau.

Keterlibatan perajin lokal dalam pembuatan medali menjadi bagian dari upaya Dekranasda Kota Tanjungpinang untuk memberikan ruang promosi sekaligus memperluas pasar produk kerajinan daerah.

Dekranasda Fun & Run berlangsung dalam rangkaian kegiatan di Gedung Gonggong, Kawasan Laman Boenda, Tepi Laut, Tanjungpinang.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang Riany mengatakan, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Selain mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, kegiatan juga diarahkan untuk menggerakkan UMKM dan IKM lokal.

“Kolaborasi ini pertama untuk masyarakat Tanjungpinang sehat, lalu Dekranasda menggiring UMKM dan para pengrajin untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” kata Riany, Minggu (9/8/2026).

Menurut Riany, pembuatan medali peserta menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan IKM binaan Dekranasda Kota Tanjungpinang.

Pemilihan bentuk gonggong sekaligus menjadi cara memperkenalkan identitas daerah melalui produk kerajinan yang dibawa pulang oleh peserta setelah mengikuti perlombaan.

Tak hanya perajin pembuat medali, penyelenggaraan Dekranasda Fun & Run juga melibatkan sekitar 150 pelaku UMKM dan IKM.

“Dalam kegiatan ini kita melibatkan sekitar 150 pelaku usaha, baik dari UMKM maupun IKM,” ujarnya.

Bazar Produk Lokal

Keterlibatan pelaku usaha juga terlihat melalui bazar yang berlangsung selama dua hari. Berbagai produk kuliner khas Melayu hingga kerajinan lokal ditawarkan kepada pengunjung.

Produk yang dipasarkan antara lain batik, tanjak, makanan khas Melayu, serta beragam hasil kerajinan lainnya.

Riany mengatakan, antusiasme masyarakat selama penyelenggaraan bazar cukup tinggi. Menurut dia, kegiatan semacam itu dapat menjadi salah satu ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas pasar.

“Untuk pelaksanaan bazar ini kita laksanakan selama dua hari dan antusias masyarakat luar biasa,” kata Riany.

Selain memberikan ruang pemasaran secara langsung, Disdagin Kota Tanjungpinang juga mendorong pelaku UMKM dan IKM untuk mulai memanfaatkan perkembangan teknologi dalam mempromosikan produk.

Salah satunya melalui penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurut Riany, teknologi tersebut dapat membantu pelaku usaha membuat materi promosi dengan lebih efisien, termasuk bagi UMKM yang memiliki keterbatasan sumber daya manusia.

“Dengan adanya sosialisasi terkait AI, ini mempermudah UMKM untuk mempromosikan produk-produk mereka,” ujarnya.

Riany mengatakan, Disdagin bersama Dekranasda Kota Tanjungpinang akan terus melakukan pembinaan terhadap UMKM dan IKM.

Pembinaan tidak hanya menyangkut pemanfaatan teknologi dan promosi, tetapi juga pemenuhan legalitas produk dan usaha agar pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan pemasaran.

1.200 Medali Dikerjakan Sebulan

Salah satu pelaku usaha yang terlibat adalah Enjie, perajin produk handmade yang dipercaya mengerjakan medali berbentuk gonggong untuk peserta.

Enjie mengatakan, sebanyak 1.200 medali tersebut diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan.

Menariknya, desain awal produk berbentuk gonggong itu bukan diperuntukkan sebagai medali. Produk tersebut sebelumnya dibuat sebagai gantungan sebelum akhirnya dikembangkan menjadi medali untuk peserta Fun & Run.

“Awalnya ini memang untuk gantungan, kemudian panitia mencari ide baru dan saya menawarkan apakah gantungan ini bisa dijadikan medali,” kata Enjie.

Dari ide tersebut, produk kemudian dimodifikasi dengan menyesuaikan ukuran gonggong serta mengganti bagian tali sehingga dapat digunakan sebagai medali.

Keterlibatan IKM dalam pembuatan medali sekaligus menunjukkan bahwa produk kerajinan lokal dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sebuah kegiatan atau event, tanpa meninggalkan ciri khas daerah.

Selain mengerjakan medali, Enjie turut membuka stan dalam bazar Dekranasda Fun & Run.

Ia mengaku kegiatan tersebut memberikan dampak terhadap penjualan produknya. Selama mengikuti bazar, pendapatan yang diperoleh mencapai sekitar Rp2 juta.

“Alhamdulillah lumayan, karena jualannya tidak sampai malam, pendapatannya bisa sampai sekitar Rp2 juta,” tuturnya.

Enjie berharap kegiatan yang memberikan ruang kepada pelaku UMKM dan IKM lokal dapat digelar secara berkelanjutan.

Menurut dia, bazar yang mengutamakan kuliner khas Melayu dan produk kerajinan lokal memberikan kesempatan lebih besar bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

“Harapannya kalau bisa selalu diadakan kegiatan yang melibatkan UMKM lokal, kami merasa terbantu dan sewanya juga murah,” kata Enjie.

Keterlibatan perajin dalam pembuatan medali hingga kehadiran sekitar 150 pelaku usaha dalam bazar membuat Dekranasda Fun & Run tidak hanya menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga ruang promosi bagi produk lokal Tanjungpinang.

Dengan mengangkat gonggong sebagai bentuk medali, produk kerajinan daerah sekaligus diperkenalkan melalui benda yang menjadi kenang-kenangan bagi para peserta.

 

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed