www.jurnalkota.co.id
Oleh: Nurul Azmila Kayla
Pelajar
Generasi Z tumbuh di era kemajuan teknologi dan arus informasi yang bergerak begitu cepat. Berbagai kemudahan yang tersedia memang membuka banyak peluang, tetapi di sisi lain juga menghadirkan tantangan yang tidak ringan, terutama terkait kesehatan mental.
Data menunjukkan sekitar 10 persen atau sekitar 700 ribu penduduk Indonesia mengalami depresi (Tirto.id, 12 Maret 2026). Angka tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan mental, khususnya di kalangan Generasi Z, tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Banyak anak muda menghadapi tekanan yang membuat mereka sulit menemukan ketenangan di tengah tuntutan kehidupan modern.
Berbagai faktor turut memengaruhi meningkatnya gangguan kesehatan mental pada Generasi Z. Mulai dari tekanan akademik, persaingan ekonomi, penggunaan media sosial yang berlebihan, hingga gaya hidup yang cenderung materialistis.
Media sosial, misalnya, sering menjadi ruang untuk membandingkan kehidupan dengan orang lain. Kondisi itu dapat memunculkan rasa iri, rendah diri, hingga kecemasan akibat dorongan untuk selalu tampil sempurna. Di sisi lain, menurut penulis, kehidupan yang berorientasi pada pencapaian duniawi membuat aspek spiritual kerap terabaikan. Ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan, sebagian generasi muda kehilangan arah, mudah putus asa, dan mengalami tekanan mental yang berkepanjangan.
Dalam pandangan penulis, Islam menawarkan solusi yang berangkat dari penguatan hubungan manusia dengan Allah SWT. Firman Allah dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28 menyatakan, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Ayat tersebut menunjukkan bahwa ketenangan batin bersumber dari keimanan, bukan semata-mata dari keberhasilan duniawi.
Karena itu, penulis berpandangan Generasi Z perlu membiasakan diri menjaga salat lima waktu, membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, serta membangun lingkungan pergaulan yang positif. Selain itu, penggunaan media sosial juga perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak menjadi sumber tekanan psikologis.
Penulis juga mengutip firman Allah dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11 yang menyatakan, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” Menurut penulis, ayat tersebut mengajarkan pentingnya ikhtiar dan perubahan diri sebagai bagian dari upaya menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Dengan menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup, penulis meyakini Generasi Z dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berakhlak mulia, serta memiliki ketenangan jiwa dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.**













