Lebak, Jurnalkota.co.id
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten, mengapresiasi penguatan kelembagaan pesantren dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Ahmad Hudori menyampaikan apresiasi tersebut dalam momentum peringatan Hari Santri. Ia menyoroti pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama yang disebutnya berlangsung pada Maret 2026.
“Kita meyakini adanya setingkat Direktorat Jenderal Pesantren dipastikan dapat membawa kemajuan pesantren dari tingkat pusat sampai daerah,” kata Ahmad di Lebak, Jumat (23/10/2026).
Menurut Ahmad, keberadaan kelembagaan yang secara khusus menangani pesantren diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap pendidikan berbasis agama Islam, termasuk di Kabupaten Lebak.
Ia mengatakan, pesantren di Lebak terus tumbuh dan berkembang. Keberadaannya tersebar di berbagai wilayah kabupaten yang memiliki 344 desa dan kelurahan di 28 kecamatan tersebut.
Ahmad juga menyebut sejumlah pesantren telah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana, termasuk gedung, dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Dukungan tersebut, menurut dia, penting untuk menunjang kegiatan pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman bagi para santri.
Ia berharap penguatan pesantren dapat mendorong lahirnya generasi yang religius, berkarakter, dan berakhlak mulia. Selain memperdalam pengetahuan agama, pendidikan pesantren juga diharapkan menumbuhkan semangat kebangsaan serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kami memastikan pesantren di Lebak terus berkembang dan santri belajar dengan tenang, aman serta dapat meningkatkan nilai-nilai keagamaan juga keilmuan,” kata Ahmad.
Dukungan terhadap pendidikan pesantren juga disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak Halson Nainggolan. Ia mengatakan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1 miliar pada 2026 untuk beasiswa bagi 100 santri yang menempuh pendidikan di pesantren modern.
Menurut Halson, beasiswa tersebut ditujukan bagi santri dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam kelompok desil 1 dan desil 2.
Melalui bantuan pendidikan itu, pemerintah daerah berharap para penerima dapat melanjutkan pendidikan dan turut berkontribusi dalam pembangunan.
“Kami berharap beasiswa santri itu dapat mendukung pembangunan dan mampu mengentaskan kemiskinan ekstrem,” ujar Halson.
Sementara itu, Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Lebak KH Ade Bujhaerimi mengatakan, jumlah pesantren yang terdaftar di daerah tersebut mencapai 1.600. Pesantren itu mencakup pesantren tradisional dan modern.
Ade turut mengapresiasi perhatian pemerintahan Prabowo-Gibran terhadap penguatan kelembagaan pesantren. Menurut dia, keberadaan Direktorat Jenderal Pesantren diharapkan dapat mendukung perkembangan pesantren, termasuk di Kabupaten Lebak.
Penulis: Noma
Editor: Antoni












