Oleh: Sumiati
Pendidik Generasi dan Member AMK
Rajab tinggal menghitung hari, suasana ibadah penuh berkah sudah harum tercium, dan tentunya bulan Rajab, bulan yang di dalamnya penuh dengan kemuliaan. Bulan yang menjadi momen menuai pahala, menuai cinta dari pemilik semesta, dan menunjukkan cinta pada teladan mulia, yaitu Rasulullah SAW.
Rajab, memiliki banyak keistimewaan, diantaranya adalah bulan haram di dalam Islam, bulan penuh berkah, bulan penuh ampunan, bulan mustajab doa, bulan mempersiapkan diri menghadapi bulan suci Ramadhan, bahkan beberapa peristiwa penting terjadi di bulan Rajab, salah satunya adalah Isra Mikrajnya Rasulullah SAW.
Perintah mengubah kiblat, perintah shalat lima waktu, kemenangan Islam dalam Perang Tabuk, hijrah pertama ke Habasyah, bahkan sangat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, memohon ampun atas dosa-dosa, memperbanyak amal salih, menjauhi maksiat, memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah SWT, memprioritaskan ibadah hanya kepada Allah SWT dan lain-lain.
Bulan Rajab juga dikenal dengan bulan sedekah, pada bulan ini Allah SWT. menganjurkan untuk memperbanyak bersedekah. Sehingga umat muslim disibukkan dengan amal salih yang bisa mengantarkan mereka ke dalam rida Allah SWT. Di bulan ini pula momen berlomba dalam kebaikan menjadi pilihan yang tepat. Kemudian senantiasa melantunkan Do’a Rajab.
Allaahumma baariklanaa fii rajabawa sya’baana, wa ballighnaa ramadhaana. Artinya: “Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari).
Momen yang terasa syahdu dalam setiap langkah umat muslim, terlebih di negeri ini mayoritas muslim, sehingga lebih terasa aktivitas semakin religius. Bulan Rajab ini adalah salah satu bulan harom (mulia) dalam penanggalan tahun Hijriyah. Umat Islam diperintahkan untuk melakukan banyak amal salih dalam bulan ini.
Ada satu amalan yang tidak boleh ketinggalan, yaitu amal salih yang utama pada hari ini, yaitu berdakwah membangun kesadaran umat untuk mewujudkan kemuliaan umat Islam. Hari ini potret umat Islam sebagai umat terbaik belum terwujud. Justru umat Islam hari ini banyak menghadapi krisis multidimensi. Termasuk penjajahan Palestina yang masih terus berlangsung. Kesulitanmu ekonomi masih sangat dirasakan, banyaknya pengangguran, anak-anak putus sekolah, merebaknya perzinaan, korupsi dan lain sebagainya.
Jujur, miris, yang katanya Islam merupakan agama mayoritas, tetapi di balik ketenangan sesaat ada bencana kerusakan yang dahsyat. Di satu sisi penduduk negeri ini mayoritas muslim, di sisi lain sistem yang diterapkan bukanlah Islam, sehingga menjadi ketimpangan, antara agama yang dianut dan amal yang dilakukan. Dalam hal ini, tidak lepas dari hidup sekuler yang diadopsi oleh penguasa, dan diterapkan pada rakyatnya, sehingga kebingungan di tengah-tengah masyarakat sudah menjadi lumrah.
Bagaimana mewujudkan kemuliaan Islam, kemudian syariat Islam diterapkan? dan harus secara kafah. Hal ini hanya mungkin terwujud ketika tegak Islam secara menyeluruh, dari hal kecil hingga hal besar, wajib dibangun kesadaran masyarakat akan kewajibannya untuk berislam kafah. Karena berislam kafah adalah perintah dari Allah SWT. dan Rasul-Nya agar kehidupan Islam bisa terwujud. Ada banyak amal yang bisa dilakukan oleh kaum muslim saat ini, kaum muslim membutuhkan keberadaan kelompok dakwah Islam ideologis agar tujuan dapat segera terwujud. Kelompok dakwah inilah yang akan memimpin umat menapaki jalan dakwah sesuai tuntunan Rasulullah saw.
Sebuah kisah indah di masa kepemimpinan Umar bin Khattab, ketika beliau menjadi pemimpin umat, tepatnya di negeri Habasyah. Saat itu kesejahteraan rakyatnya sangat terjamin, tidak ditemukan orang yang miskin, sehingga kas baitul mal yang banyak, bingung harus diberikan kepada siapa, karena semua anggota masyarakatnya sudah terpenuhi kesejahteraannya. Sehingga akhirnya harta baitul mal itu diberikan kepada muda mudi yang baru menikah, untuk bekal mereka berumah tangga. Sungguh indah sistem Islam, dan itu belum lama umat Islam tinggalkan. Sekian abad silam, dua per tiga dunia berada dalam kegemilangan, seluruh umat dalam kesejahteraan. **














