Batam, Jurnalkota.co.id
Polda Kepulauan Riau (Kepri) memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama pelaksanaan Operasi Ketupat Seligi 2026 tetap dalam kondisi aman dan kondusif.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei selaku Kasatgas Humas Ops Ketupat Seligi 2026, Kamis (19/3/2026).
“Secara umum situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Kepri terpantau aman, tertib, dan terkendali,” ujar Nona.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi selama periode 13 hingga 18 Maret 2026, tercatat sebanyak 65 kejadian di sejumlah wilayah, dengan konsentrasi tertinggi di Batam Kota dan Bengkong.
Dari jumlah tersebut, kecelakaan lalu lintas masih mendominasi dengan 31 kejadian. Selain itu, terdapat beberapa kasus tindak pidana seperti pencurian kendaraan bermotor dan pengeroyokan dengan jumlah relatif kecil.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan kamtibmas lebih banyak dipengaruhi oleh faktor kelalaian dan aktivitas masyarakat di jalan raya dibandingkan kejahatan konvensional,” kata Nona.
Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri, Polda Kepri terus mengoptimalkan kegiatan operasional melalui berbagai satuan tugas yang terlibat dalam operasi.
Hingga 18 Maret 2026, tercatat sebanyak 542 kegiatan operasional telah dilaksanakan, meningkat sekitar 2 persen dibandingkan hari sebelumnya. Kegiatan tersebut didominasi langkah preventif, serta didukung kegiatan preemtif dan pengaturan lalu lintas.
Selain itu, capaian kegiatan operasi mencapai 582 kegiatan dengan tren yang relatif stabil. Hal ini dinilai mencerminkan konsistensi dan optimalisasi kinerja personel di lapangan, khususnya di titik rawan dan pusat aktivitas masyarakat.
Dari sisi pelayanan, keberadaan pos pengamanan dan pos pelayanan juga dinilai memberikan dampak positif. Tercatat ada 29 testimoni masyarakat yang mayoritas berisi apresiasi terhadap kinerja personel Polri.
“Testimoni tersebut didominasi ucapan terima kasih atas bantuan personel, mulai dari membantu menemukan barang hilang hingga penanganan situasi darurat,” ujar dia.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan arus penumpang di Pelabuhan Punggur, terjadi peningkatan jumlah penumpang menjelang 18 Maret 2026. Meski demikian, kapasitas angkutan laut dinilai masih mencukupi sehingga tidak terjadi penumpukan signifikan.
Nona menegaskan, Polda Kepri akan terus meningkatkan pengawasan dan koordinasi guna memastikan operasi berjalan optimal hingga selesai.
“Langkah preventif dan humanis akan terus dikedepankan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan kepolisian, seperti Call Center 110 yang aktif 24 jam serta aplikasi Polri Super Apps.
Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui layanan barcode Propam yang tersedia di setiap pos pelayanan maupun kantor polisi.
“Bagi masyarakat yang akan mudik dan khawatir meninggalkan kendaraan atau barang berharga, dapat menitipkannya di kantor polisi terdekat. Layanan ini gratis tanpa dipungut biaya,” ujar Nona.











