Anambas, Jurnalkota.co.id
Kedatangan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (15/8/2025), disambut dengan prosesi penuh kehangatan dan nuansa kearifan lokal.
Rombongan jenderal bintang tiga itu tiba di Bandara Palmatak pada siang hari. Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sudah lebih dahulu menanti. Kehadiran Pangkogabwilhan I di salah satu kabupaten terluar Indonesia ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah maupun masyarakat.
Dari Palmatak, perjalanan dilanjutkan menuju Tarempa, ibu kota Kabupaten Kepulauan Anambas. Di Pelabuhan Sri Siantan, Letjen Kunto Arief Wibowo disambut langsung oleh Bupati Aneng, tokoh masyarakat, dan pemuka agama. Prosesi tepung tawar tradisi khas Melayu yang bermakna doa restu dan keselamatan mengiringi penyambutan.
“Selamat datang di Bumi Anambas. Kami berharap kunjungan ini membawa berkah bagi masyarakat dan memperkuat sinergi dalam menjaga wilayah perbatasan,” ujar Aneng.
Pentingnya Anambas bagi Pertahanan dan Ekonomi Maritim
Dalam sambutannya, Letjen Kunto Arief menegaskan bahwa Anambas memiliki posisi yang sangat strategis, baik dari sisi pertahanan maupun perekonomian. Terletak di Laut Natuna Utara, wilayah ini berhadapan langsung dengan perairan internasional serta berbatasan dengan sejumlah negara tetangga.
“Anambas bukan hanya pintu gerbang pertahanan Indonesia di perbatasan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam bidang maritim, perikanan, dan pariwisata. Karena itu, kedaulatan wilayah ini harus dijaga dengan kerja sama semua pihak,” ucap Letjen Kunto.
Letjen Kunto menambahkan, kehadiran TNI di wilayah perbatasan tidak semata untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendukung pembangunan daerah. Ia menilai, kesejahteraan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya memperkuat pertahanan negara.
Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah
Kunjungan kehormatan ini juga menjadi momentum mempererat koordinasi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah. Menurut Letjen Kunto, kolaborasi erat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci menjaga stabilitas di perbatasan.
Hal senada disampaikan Wakil Bupati Raja Bayu Febri Gunadian. Menurutnya, dukungan TNI sangat berarti bagi daerah kepulauan seperti Anambas yang memiliki keterbatasan infrastruktur, namun memiliki tantangan besar di bidang keamanan laut.
“Dengan sinergi ini, kami berharap ada percepatan pembangunan sekaligus jaminan rasa aman bagi masyarakat. Kehadiran Pangkogabwilhan I menjadi bukti bahwa pemerintah pusat menaruh perhatian besar kepada Anambas,” katanya.
Antusiasme Masyarakat
Kedatangan Letjen Kunto Arief juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Sejumlah warga terlihat antusias menyaksikan langsung prosesi penyambutan di Pelabuhan Sri Siantan.
Salah seorang tokoh adat mengatakan, tradisi tepung tawar yang diberikan merupakan simbol penghormatan sekaligus doa agar para pemimpin yang datang selalu dalam lindungan Tuhan.
“Kami bangga Anambas mendapat perhatian. Mudah-mudahan pembangunan di daerah kami semakin maju dan masyarakat bisa hidup sejahtera,” ucapnya.
Harapan ke Depan
Selain agenda penyambutan, kunjungan Pangkogabwilhan I ini juga dijadwalkan diisi dengan pertemuan bersama jajaran Forkopimda serta dialog dengan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih erat antara aparat pertahanan dan warga perbatasan.
“Keamanan nasional tidak bisa hanya dijaga oleh TNI, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama. Kami ingin masyarakat Anambas merasakan langsung manfaat dari keberadaan TNI di sini,” kata Letjen Kunto.
Dengan kunjungan ini, Anambas kembali meneguhkan posisinya sebagai salah satu kawasan strategis Indonesia di perbatasan. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan tersebut.











