Natuna, Jurnalkota.co.id
Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Silas Papare-386 melaksanakan latihan pertahanan udara (Hanud) di perairan Laut Natuna Utara, Rabu (4/3/2026). Latihan tersebut digelar di sela-sela pelaksanaan patroli kedaulatan guna meningkatkan kesiapsiagaan tempur prajurit dalam menghadapi berbagai potensi ancaman dari udara di wilayah perbatasan Indonesia.
Komandan KRI Silas Papare-386 Mayor Laut (P) Firman Syahputra, S.E., M.Tr.Opsla mengatakan bahwa latihan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemampuan prajurit yang rutin dilaksanakan selama operasi di laut.
Menurut Firman, latihan difokuskan pada peningkatan kemampuan deteksi dini, identifikasi sasaran udara, serta prosedur penanggulangan terhadap potensi ancaman yang dapat memasuki wilayah yurisdiksi nasional.
“Latihan ini bertujuan memastikan seluruh prajurit memahami prosedur pertahanan udara dan mampu merespons secara cepat apabila terdeteksi adanya ancaman dari udara,” ujar Firman.
Dalam pelaksanaannya, seluruh awak kapal menempati pos tempur masing-masing untuk mengoperasikan berbagai perangkat sistem radar serta peralatan pertahanan udara yang dimiliki kapal perang tersebut.
Melalui simulasi yang dilakukan, prajurit dilatih untuk melakukan identifikasi sasaran udara, menentukan langkah taktis, serta melaksanakan koordinasi antarbagian kapal secara cepat dan terintegrasi.
Selain meningkatkan kemampuan teknis pengoperasian alat utama sistem persenjataan (alutsista), latihan tersebut juga bertujuan memperkuat koordinasi dan komunikasi antar unsur di kapal dalam menghadapi situasi tempur.
Firman menegaskan bahwa latihan semacam ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan tempur unsur TNI Angkatan Laut yang tengah melaksanakan tugas operasi di wilayah perbatasan.
“Dengan latihan yang dilaksanakan secara berkala, prajurit diharapkan selalu siap menjalankan tugas dalam berbagai kondisi, termasuk menghadapi potensi ancaman udara yang dapat mengganggu keamanan wilayah,” kata Firman.
Kawasan Strategis
Perairan Laut Natuna Utara merupakan salah satu kawasan strategis yang memiliki arti penting bagi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Wilayah tersebut berada di jalur pelayaran internasional sekaligus menjadi kawasan yang kaya sumber daya alam.
Karena itu, kehadiran unsur TNI Angkatan Laut melalui patroli rutin kapal perang menjadi salah satu bentuk nyata komitmen negara dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayah laut nasional.
Selain menjalankan fungsi pengawasan wilayah, kapal perang TNI AL juga secara berkala melaksanakan berbagai latihan taktis guna memastikan kesiapan personel maupun sistem persenjataan yang digunakan.
Latihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga deterrence effect atau daya tangkal terhadap berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan negara.
Dengan pelaksanaan latihan pertahanan udara secara rutin, diharapkan KRI Silas Papare-386 beserta seluruh prajuritnya senantiasa berada dalam kondisi siap operasional untuk menjalankan berbagai tugas negara.
Kehadiran unsur TNI AL di kawasan Laut Natuna Utara sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga kedaulatan, keamanan, dan stabilitas wilayah perairan nasional.










