Pemkab Lebak Ajak Warga Sukseskan PAUD demi Generasi Emas 2045

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai upaya meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah (APS) sekaligus menyiapkan Generasi Emas 2045.

“Kami berharap masyarakat dapat mendukung keberadaan PAUD untuk mempersiapkan generasi emas 2045,” kata Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PAUDNI) Dinas Pendidikan Lebak, Yunira Saktiana, di Lebak, Senin (29/9/2025).

Saat ini, APS PAUD di Lebak baru mencapai 52,05 persen atau sekitar 32 ribu anak dari target 75 ribu anak usia dini (3–6 tahun). Rendahnya capaian tersebut disebabkan masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan usia dini.

Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

Untuk meningkatkan partisipasi, Pemkab Lebak berkolaborasi dengan Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Pokja Bunda PAUD, dan sejumlah mitra lain guna melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Dengan langkah tersebut, Yunira berharap orang tua yang memiliki anak usia dini semakin terdorong untuk menyekolahkan anaknya ke lembaga PAUD.

“Pendidikan usia dini sangat penting sebagai pondasi kemandirian anak,” ujarnya.

Pertumbuhan Lembaga PAUD

Hingga kini terdapat 846 lembaga PAUD di Lebak, terdiri dari taman kanak-kanak (TK), kelompok belajar (Kober), satuan PAUD sejenis (SPS), dan taman penitipan anak (TPA). Jumlah siswanya sekitar 32 ribu anak dengan tenaga pengajar 2.700 orang.

Pemkab Lebak bersama pemerintah pusat juga memberikan beasiswa bagi guru yang belum bergelar sarjana pendidikan PAUD, sekaligus menggelar pelatihan, pembinaan, bimbingan teknis, hingga workshop untuk peningkatan kualitas.

“Tahun ini kami bersama Pokja Bunda PAUD mengajukan bimbingan teknis bagi guru pendamping anak inklusif ke Pemprov Banten, karena jumlah anak inklusif atau lambat bicara cukup banyak,” kata Yunira.

Dukungan Operasional

Setiap lembaga PAUD mendapatkan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) sebesar Rp650 ribu per anak per tahun. Namun, rata-rata satuan PAUD hanya menerima sekitar Rp9 juta per tahun, sehingga pengelola diperbolehkan meminta partisipasi orang tua.

Sementara itu, Yayah, warga Rangkasbitung, mengaku anak-anaknya yang pernah mengikuti PAUD lebih siap dan bersemangat ketika melanjutkan ke jenjang SD dan SMP.

“Kami sangat terbantu dengan adanya PAUD, karena anak-anak bisa lebih berprestasi di sekolah,” kata Yayah.

Penulis: Noma
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *