Lebak, Jurnalkota.co.id
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai direalisasikan pada 2025 di Kabupaten Lebak, Banten, dinilai mampu meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus membantu mencegah angka putus sekolah, khususnya bagi anak dari keluarga kurang mampu.
Kepala SMPN 1 Rangkasbitung, Arif Budiyanto, mengatakan sejak program tersebut berjalan, tidak ada siswa di sekolahnya yang berhenti bersekolah.
“Kami memiliki sebanyak 1.115 siswa dan hingga saat ini tidak ada yang putus sekolah setelah adanya program MBG,” kata Arif, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, program MBG memberikan dampak positif terhadap kondisi fisik siswa karena mereka mendapatkan makanan yang mengandung gizi, protein, dan vitamin yang cukup.
Dengan asupan gizi yang lebih baik, para siswa dinilai lebih bersemangat mengikuti proses pembelajaran di kelas.
Arif juga menyebut sejumlah siswa di sekolahnya bahkan mampu meraih prestasi di berbagai bidang, baik olahraga maupun akademik hingga tingkat nasional dan internasional.
“Kami mengapresiasi program MBG karena dapat menumbuhkan semangat belajar siswa dan membantu mencegah anak putus sekolah,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala SDN 01 Kadu Agung Timur, Lilis Sulastri, yang menilai program MBG memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa.
Menurut Lilis, para siswa terlihat lebih antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar karena merasa senang mendapatkan makanan bergizi di sekolah.
Di sekolah tersebut, sebanyak 353 siswa dari kelas I hingga kelas VI menjadi penerima manfaat program MBG.
“Kami meyakini program MBG dapat meningkatkan kecerdasan anak didik karena mereka mendapatkan pemenuhan gizi dan protein yang cukup,” kata Lilis.
Sementara itu, Ketua Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak, Asep Royani, memastikan pelaksanaan program MBG hingga saat ini berjalan dengan baik dan aman.
Menurutnya, sejak program tersebut digulirkan pemerintah, tidak ditemukan kasus keracunan makanan di kalangan siswa penerima manfaat.
Saat ini terdapat 102 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif menyiapkan makanan bagi sekitar 255.000 penerima manfaat, dengan rata-rata melayani sekitar 2.500 anak per dapur.
“Kami bersama satuan tugas dari Pemerintah Kabupaten Lebak terus melakukan pengawasan terhadap proses produksi makanan di dapur SPPG agar tetap menjaga standar keamanan, kesehatan, dan kualitas gizi,” kata Asep.
Penulis: Noma
Editor: Antoni








