Lebak, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Lebak mengalokasikan anggaran sebesar Rp75,5 miliar untuk perbaikan jalan kabupaten dan jalan desa pada 2026. Anggaran tersebut ditujukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperlancar distribusi hasil produksi warga.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriyandi, mengatakan perbaikan infrastruktur jalan diyakini berdampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami meyakini perbaikan jalan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan,” ujar Dade, Minggu (25/1/2026).
Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen memperbaiki jalan kabupaten dan desa karena manfaatnya dinilai cukup besar, mulai dari memperlancar arus lalu lintas hingga menekan biaya transportasi. Infrastruktur jalan yang memadai juga memungkinkan kegiatan ekonomi berlangsung lebih optimal.
Menurut Dade, perbaikan jalan akan memudahkan petani dan pelaku usaha memasarkan hasil komoditas pertanian, perkebunan, dan perikanan ke luar daerah. Kelancaran akses tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat.
Berdasarkan data DPUPR Lebak 2025, total panjang jalan kabupaten mencapai 749,43 kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 74,86 persen berada dalam kondisi baik dan mantap untuk dilintasi berbagai jenis kendaraan, baik dengan lapisan aspal hotmix maupun beton. Adapun 25,14 persen sisanya masih dalam kondisi rusak dan membutuhkan perbaikan.
Untuk tahun ini, anggaran perbaikan jalan kabupaten dialokasikan sebesar Rp47,7 miliar yang tersebar di 11 ruas jalan. Sementara itu, perbaikan jalan desa mendapatkan alokasi Rp27,8 miliar untuk 42 ruas jalan.
Sejumlah ruas jalan yang menjadi sasaran perbaikan berada di Kecamatan Bojongmanik, Cirinten, Leuwidamar, dan Muncang. Perbaikan juga dilakukan di wilayah Lebak Selatan, meliputi Kecamatan Wanasalam, Malingping, Cihara, Cilograng, dan Cibeber.
“Perbaikan jalan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghapus kemiskinan ekstrem,” kata Dade.
Warga menyambut positif program tersebut. Adnan (45), warga Kecamatan Cihara, mengatakan perbaikan jalan di wilayahnya sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami berharap perbaikan jalan ini bisa meningkatkan pendapatan warga desa karena hasil panen hortikultura dan palawija lebih mudah dipasarkan ke luar daerah,” ujarnya.
Penulis: Noma
Editor: Antoni











