Pemkab Lebak Dorong Percepatan Tanam, Luas Sawah Tertanam Capai 88.770 Hektare

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Luas tanam padi sawah dan padi gogo di Kabupaten Lebak, Banten, pada periode Januari hingga April 2026 mencapai 88.770 hektare. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak kini mendorong percepatan tanam guna mengejar target produksi pangan tahun ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan, pemerintah daerah menargetkan luas tanam padi sepanjang 2026 mencapai 124.117 hektare dengan target produksi gabah kering pungut (GKP) sebesar 691.227 ton.

Namun hingga April 2026, realisasi produksi baru mencapai 299.088 ton.

“Kami tahun 2026 menargetkan produksi gabah kering pungut sebanyak 691.227 ton dengan angka tanam 124.117 hektare,” ujar Rahmat di Lebak, Jumat (22/5/2026).

Untuk mengejar target tersebut, Pemerintah Kabupaten Lebak menginstruksikan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar mendorong kelompok tani melakukan gerakan percepatan tanam setelah masa panen selesai.

Menurut Rahmat, langkah tersebut penting dilakukan guna menjaga produktivitas pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan berkelanjutan.

“Kami minta kelompok tani jika sudah panen agar kembali melaksanakan percepatan tanam,” katanya.

Ia menjelaskan, percepatan tanam menjadi strategi utama pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi gabah di tengah tantangan perubahan iklim yang diperkirakan terjadi pada tahun ini.

Rahmat mengatakan, pihaknya juga mulai mengantisipasi ancaman kekeringan panjang atau fenomena yang disebut “Godzilla El Nino” sebagaimana diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pertanian Lebak telah menyiapkan berbagai dukungan sarana dan prasarana pertanian.

Di antaranya melalui perbaikan jaringan irigasi, pompanisasi, penyaluran benih tahan kekeringan, bantuan pupuk cair, pestisida, hingga alat dan mesin pertanian.

“Kita berharap musim kemarau nanti produksi pangan tetap panen dengan luas sawah baku 52.100 hektare itu,” ujar Rahmat.

Ia optimistis target produksi gabah tahun 2026 tetap dapat tercapai apabila gerakan percepatan tanam dilakukan secara konsisten di seluruh wilayah pertanian.

Sementara itu, sejumlah petani di Kabupaten Lebak mulai melakukan percepatan tanam memanfaatkan curah hujan yang masih cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Malabar, Kecamatan Cibadak, Muhamad mengatakan, kelompok tani di wilayahnya telah melakukan percepatan tanam seluas 50 hektare.

“Kami sudah melakukan percepatan tanam seluas 50 hektare dan kini kondisi tanaman padi tumbuh subur,” ujar Muhamad.

Menurutnya, kondisi cuaca yang masih mendukung menjadi momentum bagi petani untuk mempercepat masa tanam agar hasil panen tetap optimal.

Pemerintah daerah berharap sinergi antara petani, kelompok tani, dan penyuluh pertanian dapat menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Lebak.

 

Penulis: Noma
Editor: Antoni

 

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *