Lebak, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak. selalu sigap dan tanggap dalam Penanggulangan Bencana di wilayah Kabupaten Lebak, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Hal ini terlihat dari pekerjaan Jembatan yang sedang berlangsung di Kampung Muhara, Desa Cirompang, Kecamatan Sobang.
Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizky Pratama mengungkapkan, setiap bencana yang terjadi di beberapa Kabupaten Lebak, kalau ada informasi pasti akan ditangani secepat mungkin.
“Kalau ada informasi dari masyarakat setempat bahwa ada bencana di wilayah tersebut, kita langsung menangani, tanpa menyia – nyiakan waktu, sesuai dengan moto kami (BPBD) yaitu tanggap, sigap, cepat itulah moto kami,” kata Febby Rizky Pratama, Rabu (31/1/2024) di kantornya.
Dia juga menjelaskan, pembangunan jembatan yang ada di Desa Cirompang, itu terjadi pada Minggu (23/04/23) tejadi karena tergerus air sungai, sehingga jembatan itu tidak bisa difungsikan oleh masyarakat setempat.
“Masyarakat membutuhkan jembatan itu, karena itu sebagai salah satu akses utama bagi masyarakat setempat, hal seperti ini tidak perlu kita tunda – tunda, kita hadir untuk masyarakat tentu apapun yang dirasakan masyarakat dalam bencana kita harus secepatnya menangani bencana tersebut,” jelas Febby Ricky.
Di tempat terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak. ketika ditemui wartawan Jurnalkota.online membenarkan bahwa pembangunan jembatan itu di mulai pada tanggal (3/1) dikerjakan oleh PT Bumen Jaya.
“Dalam pekerjaan jembatan Kampung Muhara, DPUPR sebagai pejabat Tekhnis tapi itu usulan dari BPBD Kabupaten Lebak, itu jembatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat, sebagai penunjang aktifitas masyarakat,” Kata Hamdan.
Hamdan juga menegaskan, dalam pembangunan jembatan yang sekarang berlangsung di Desa Cirompang, akan melakukan pengawasan yang ketat sehingga kwalitas pembangunan itu bisa benar benar tercapai.
“Saya akan sampaikan kepada pihak kontraktor biar tetap menjaga kwalitas pekerjaan itu, karena kita sangat membutuhkan kwalitas setiap pekerjaan,” tegasnya.
Dia juga berharap, dengan adanya pembangunan jembatan yang sedang berlangsung, masyarakat bisa bersabar dan dibutuhkan kerja samanya.
“Pekerjaan itu pastilah membutuhkan waktu tapi itu cuman waktu 90 hari kalender, iya semoga aja bisa cepat selesai sesuai waktunya,” harapnya.
Penulis : Noma / Suhendar
Sumber : BPBD Kabupaten Lebak









