Lebak, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, mengusulkan lima desa untuk masuk dalam program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana, mengatakan usulan tersebut telah disampaikan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan saat ini masih dalam tahap penilaian.
“Lima desa sudah kami usulkan dan telah dilakukan survei oleh KKP. Saat ini kami tinggal menunggu keputusan desa mana yang akan ditetapkan,” ujar Winda, Kamis (30/4/2026).
Adapun lima desa yang diusulkan meliputi Desa Muara Binuangeun, Bayah Barat, Cirendeu, Sawarna, dan Dharmasari.
Menurut Winda, dari lima desa tersebut nantinya akan dipilih satu desa untuk menjadi lokasi pembangunan KNMP yang direncanakan direalisasikan pada 2026.
Ia menyebutkan, Pemkab Lebak mengusulkan Desa Muara Binuangeun sebagai prioritas karena dinilai telah memiliki sarana dan prasarana yang memadai, termasuk akses infrastruktur yang baik.
“Selain itu, mayoritas masyarakat di desa tersebut menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan laut,” katanya.
Winda menjelaskan, program KNMP yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan.
Program tersebut mengusung konsep penguatan fasilitas pendukung sektor perikanan untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil tangkapan.
“Fasilitas yang direncanakan antara lain pengembangan budi daya ikan, penyediaan cold storage, hingga sarana penunjang lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, fasilitas penyimpanan ikan (cold storage) diproyeksikan mampu menampung 10 hingga 20 ton ikan, sehingga kualitas hasil tangkapan tetap terjaga dan memiliki nilai jual lebih baik di pasaran.
Selain itu, KNMP juga akan dilengkapi dengan stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan serta tempat penambatan perahu.
“Dengan fasilitas yang lengkap, kami berharap program ini dapat meningkatkan pendapatan nelayan dan mempercepat pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir,” kata Winda, alumni Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Penulis: Noma
Editor: Antoni










