Pemko Tanjungpinang Apresiasi Gelar Budaya KKN-PPM UGM, Perkuat Pelestarian Warisan Melayu di Penyengat

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang memberikan apresiasi atas pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2026 yang ditutup dengan pagelaran budaya selama dua hari di pelataran Balai Adat Indera Sakti, Pulau Penyengat, Minggu (2/8/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi penutup rangkaian pengabdian mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum memperkuat upaya pelestarian budaya Melayu dan pengembangan potensi pariwisata berbasis kearifan lokal.

Pagelaran budaya yang menampilkan berbagai atraksi seni tradisional, pameran hasil program mahasiswa, serta peluncuran video profil Pulau Penyengat berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Kehadiran warga, tokoh adat, pemerintah daerah, hingga mahasiswa menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam menjaga identitas budaya yang menjadi kebanggaan Kota Tanjungpinang.

Wali Kota Tanjungpinang yang diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Yoni Fadri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa KKN-PPM UGM Gemerlap Tahun 2026 yang telah mengabdikan ilmu, tenaga, dan kreativitasnya selama menjalankan program di Pulau Penyengat.

Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pemberdayaan, promosi budaya, hingga penguatan identitas daerah.

“Atas nama Pemerintah Kota Tanjungpinang dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih serta apresiasi kepada mahasiswa KKN-PPM UGM yang telah melaksanakan pengabdian di Kota Tanjungpinang, khususnya di Pulau Penyengat. Kami juga mengapresiasi peluncuran video profil Pulau Penyengat yang menjadi karya luar biasa dalam menggambarkan keanggunan, nilai sejarah, serta kehangatan tradisi yang masih hidup di pulau ini,” ujar Yoni.

Ia menilai video profil tersebut menjadi media promosi yang efektif dalam memperkenalkan Pulau Penyengat kepada masyarakat luas. Melalui sentuhan kreativitas generasi muda, kekayaan sejarah dan budaya Melayu dapat dikemas secara menarik tanpa menghilangkan nilai-nilai autentiknya.

Yoni mengatakan, karya tersebut membuktikan bahwa generasi muda mampu menjadi jembatan antara pelestarian budaya dan perkembangan teknologi informasi. Di tengah arus modernisasi yang semakin pesat, inovasi seperti ini dinilai penting untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menarik minat generasi muda mengenal warisan leluhurnya.

“Kehadiran mahasiswa UGM telah membangkitkan kembali semangat inovasi, kreativitas, dan kebersamaan di tengah masyarakat. Mereka menunjukkan bahwa modernisasi dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa tahun 2026 merupakan tahun ketiga secara berturut-turut pelaksanaan KKN-PPM UGM di Kota Tanjungpinang. Kerja sama yang terjalin antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Universitas Gadjah Mada selama ini dinilai telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan potensi Pulau Penyengat sebagai kawasan budaya dan destinasi wisata sejarah.

Berbagai program yang dijalankan mahasiswa, mulai dari pemberdayaan masyarakat, edukasi, promosi budaya hingga pengembangan potensi wisata, dinilai mampu memberikan kontribusi nyata sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah.

Pada kesempatan itu, Yoni juga mengajak masyarakat Pulau Penyengat untuk terus menjaga, melanjutkan, dan mengembangkan berbagai program yang telah dirintis mahasiswa selama menjalankan KKN.

Menurutnya, keberhasilan sebuah program pengabdian tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Kami berharap masyarakat dapat menjaga serta melanjutkan berbagai inisiatif yang telah dibangun bersama mahasiswa. Dengan demikian, manfaat program ini akan terus dirasakan dan berkembang sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Yoni menegaskan bahwa Pulau Penyengat memiliki posisi yang sangat penting dalam sejarah dan perkembangan kebudayaan Melayu. Pulau tersebut bukan sekadar kawasan wisata sejarah, tetapi merupakan pusat lahirnya berbagai nilai, tradisi, sastra, dan peradaban Melayu yang hingga kini masih hidup dan terus dijaga.

“Pulau Penyengat bukan sekadar tempat tinggal ataupun destinasi wisata sejarah. Pulau ini adalah jantung kebudayaan Melayu. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan Penyengat tetap berdiri kokoh sebagai pusat pengkajian budaya Melayu yang hidup, lestari, dan terus berkembang di tengah era modernisasi,” tutur Yoni.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelestarian budaya Melayu juga menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Kota Tanjungpinang sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tanjungpinang Tahun 2025–2030.

Dalam dokumen pembangunan tersebut, kebudayaan Melayu dan sektor pariwisata ditempatkan sebagai salah satu pilar utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kreatif.

Karena itu, menurut Yoni, berbagai kegiatan seperti pagelaran budaya, promosi destinasi wisata, pemberdayaan pelaku UMKM, hingga edukasi budaya kepada generasi muda akan terus didorong sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Pengembangan pariwisata, penguatan ekonomi berbasis UMKM lokal, serta kegiatan edukasi budaya seperti yang dilaksanakan hari ini merupakan bentuk nyata komitmen kita bersama dalam membangun Tanjungpinang. Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin harmonis dengan Universitas Gadjah Mada dapat terus berlanjut pada masa mendatang,” katanya.

Penutupan KKN-PPM UGM Tahun 2026 di Pulau Penyengat pun menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa sekaligus mempertegas pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya Melayu. Melalui kolaborasi tersebut, Pulau Penyengat diharapkan terus berkembang sebagai pusat kebudayaan, pendidikan, dan destinasi wisata sejarah yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas Kota Tanjungpinang di tingkat nasional maupun internasional.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *