Lebak, Jurnalkota.co.id
Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kalimaya Kabupaten Lebak memastikan distribusi air bersih kepada sekitar 33.000 pelanggan tetap berjalan optimal meski wilayah tersebut tengah memasuki musim kemarau yang menyebabkan penurunan debit sejumlah sumber air permukaan.
Direktur Perumdam Tirta Kalimaya Kabupaten Lebak, Nikmatullah, mengatakan hingga saat ini pasokan air bersih kepada pelanggan masih berlangsung normal. Meski debit air di beberapa sungai mengalami penurunan akibat kemarau, kondisi tersebut belum mengganggu proses produksi maupun distribusi air bersih.
“Kami memastikan pasokan air bersih kepada pelanggan tetap berjalan lancar, meskipun sejumlah sumber air permukaan mengalami penurunan debit akibat musim kemarau,” kata Nikmatullah di Lebak, Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan, selama sekitar dua bulan terakhir Kabupaten Lebak mengalami musim kemarau yang berdampak pada berkurangnya debit air di sejumlah sungai yang menjadi sumber air baku Perumdam Tirta Kalimaya.
Meski demikian, perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Saat ini, Perumdam Tirta Kalimaya memiliki 12 cabang pelayanan yang sebagian besar memanfaatkan air permukaan dari sejumlah sungai sebagai sumber air baku.
Cabang Rangkasbitung dan sekitarnya memanfaatkan air dari Sungai Ciujung, sedangkan Cabang Maja mengambil pasokan dari Sungai Cidurian. Sementara itu, wilayah selatan Kabupaten Lebak memanfaatkan sumber air dari Sungai Cilangkahan dan Sungai Cimadur.
Untuk menjaga ketersediaan air baku selama musim kemarau, Perumdam secara rutin melakukan pembersihan saluran air dari sungai menuju sumur imtik yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara sebelum air dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA).
Di instalasi tersebut, air baku diolah hingga memenuhi standar kualitas sebelum didistribusikan kepada pelanggan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun fasilitas umum.
Selain menjaga ketersediaan air baku, Perumdam juga memperkuat pengawasan terhadap jaringan distribusi dengan melakukan pemantauan setiap hari.
Petugas disiagakan untuk mendeteksi dan menangani kebocoran pipa maupun gangguan teknis lainnya agar distribusi air bersih kepada pelanggan tidak terganggu.
“Kami juga melakukan pemantauan rutin terhadap jaringan distribusi. Jika ditemukan kebocoran atau gangguan di lapangan, petugas segera melakukan penanganan sehingga pelayanan kepada pelanggan tetap normal,” ujar Nikmatullah.
Ia menegaskan hingga kini tidak ada kendala berarti dalam pendistribusian air bersih kepada masyarakat meskipun musim kemarau masih berlangsung.
“Kami memastikan distribusi air bersih kepada pelanggan tetap berjalan lancar dan tidak ada kendala selama musim kemarau,” katanya.
Nikmatullah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan efisien selama musim kemarau sebagai bentuk antisipasi apabila kondisi cuaca kering berlangsung lebih lama.
Menurutnya, penghematan penggunaan air akan membantu menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mendukung pelayanan air bersih tetap optimal bagi seluruh pelanggan.
Penulis: Noma
Editor: Antoni











