Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Open Tournament Voli Pantai Piala Panglima TNI 2026 menjadi salah satu wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet voli pantai berprestasi di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Turnamen yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tersebut mempertemukan puluhan tim dari unsur TNI, Polri, dan masyarakat umum.
Kompetisi berlangsung di Lapangan Voli Pantai Markas Komando Armada (Mako Koarmada) I Tanjungpinang mulai 31 Agustus hingga 4 September 2026. Sebanyak 27 tim mengikuti turnamen tersebut, terdiri atas 16 tim putra dan 11 tim putri.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengapresiasi Koarmada I yang telah menyelenggarakan turnamen tersebut. Menurut Lis Darmansyah, kompetisi olahraga diperlukan untuk memberikan ruang kepada para atlet dalam mengembangkan kemampuan sekaligus mengukur hasil latihan yang telah dijalani.
Turnamen terbuka tersebut juga dinilai dapat menjadi sarana untuk menemukan atlet-atlet muda potensial yang nantinya diharapkan mampu membawa nama Tanjungpinang dalam berbagai kejuaraan.
“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Panglima Komando Armada I atas pelaksanaan kegiatan ini. Tentunya, turnamen ini menjadi salah satu sarana pembinaan dan pencarian bibit-bibit atlet voli pantai berprestasi di Kota Tanjungpinang,” ujar Lis Darmansyah saat menghadiri pembukaan turnamen, Senin (31/8/2026).
Lis Darmansyah berharap turnamen tidak hanya menjadi agenda dalam rangka peringatan HUT TNI, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan terhadap perkembangan olahraga voli pantai di Tanjungpinang.
Dengan kompetisi yang dilaksanakan secara rutin, para atlet memiliki lebih banyak kesempatan untuk bertanding, memperbaiki kemampuan, serta membangun mental menghadapi persaingan.
Turnamen dibuka oleh Kepala Staf Koarmada I Laksamana Pertama TNI Arif Badrudin yang hadir mewakili Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Haris Bima Bayuseto.
Dalam kesempatan tersebut, Arif turut membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Dalam amanat itu disebutkan bahwa Open Tournament Piala Panglima TNI merupakan bagian dari kontribusi TNI dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga nasional.
Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mencari bibit atlet, tetapi juga menjadi ruang bagi prajurit TNI, anggota Polri, dan masyarakat untuk berkompetisi secara sehat, mempererat kebersamaan, serta meningkatkan sportivitas.
Menurut Arif, olahraga prestasi tidak hanya berkaitan dengan kekuatan dan kemampuan fisik. Di dalamnya juga terdapat nilai perjuangan, kehormatan, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tumbuh dalam diri setiap peserta selama mengikuti pertandingan. Selain menjadi bekal dalam mengejar prestasi, nilai itu juga dinilai penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai itu diharapkan tumbuh dalam diri para peserta selama mengikuti kompetisi, sekaligus menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi,” kata Arif.
Open Tournament Piala Panglima TNI 2026 mengusung tema “Prestasi Olahraga TNI, Prestasi Olahraga Indonesia”. Melalui tema tersebut, kegiatan diharapkan dapat mendorong lahirnya prajurit dan masyarakat yang sehat serta tangguh.
Turnamen ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat berkontribusi bagi kemajuan olahraga daerah maupun nasional.
Terdapat empat tujuan yang hendak dicapai melalui penyelenggaraan turnamen tersebut. Pertama, menjadi parameter keberhasilan pembinaan atlet yang dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan tingkat nasional dan internasional.
Kedua, menemukan bibit atlet potensial yang dapat dibina untuk meraih prestasi. Ketiga, meningkatkan kualitas dan prestasi olahraga nasional.
Keempat, membangun komunikasi serta memperkuat sinergi antara pengurus olahraga di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, dan kota dengan unsur TNI, Polri, serta masyarakat.
Arif berharap pengurus olahraga dan satuan di jajaran TNI terus memberikan perhatian terhadap pengembangan berbagai cabang olahraga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menyediakan kompetisi yang terencana dan berkelanjutan.
“Karena itu, saya sangat menghargai dan menaruh harapan besar kepada pengurus olahraga serta satuan di jajaran TNI agar terus mengembangkan berbagai cabang olahraga melalui Open Tournament Piala Panglima TNI,” tutur Arif.
Kepada para atlet, Arif berpesan agar pertandingan diikuti dengan sungguh-sungguh. Para peserta juga diminta mengedepankan sikap kesatria, semangat juang, dan sportivitas sepanjang kompetisi berlangsung.
Ia mengajak para peserta menjadikan turnamen sebagai sarana untuk menguji kemampuan, ketangkasan, dan keterampilan yang diperoleh selama latihan.
“Selamat bertanding dan raihlah prestasi terbaik. Hindari segala tindakan tidak terpuji yang dapat mengganggu kelancaran pertandingan,” ujar Arif.
“Utamakan semangat persatuan, kesatuan, dan kebersamaan sehingga tercipta soliditas serta solidaritas TNI,” lanjutnya.
Arif juga mengingatkan para juri dan wasit agar menjalankan tugas secara jujur, objektif, dan bijaksana. Kepemimpinan pertandingan yang adil dinilai penting untuk menjaga kepercayaan peserta sekaligus memastikan kompetisi berjalan tertib.
Selain itu, seluruh pihak yang terlibat diminta memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan selama pertandingan berlangsung.
Melalui turnamen yang berlangsung selama lima hari tersebut, para peserta diharapkan tidak sekadar mengejar kemenangan. Kompetisi juga menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman bertanding, memperluas persahabatan, dan memperkuat kebersamaan antara TNI, Polri, komunitas olahraga, serta masyarakat.














