Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Upaya menumbuhkan budaya literasi di kalangan anak-anak terus digencarkan, termasuk di wilayah pesisir yang memiliki keterbatasan akses terhadap bahan bacaan. Di Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, seorang anggota polisi mengambil peran lebih dengan turun langsung mengedukasi dan memotivasi anak-anak agar gemar membaca sejak dini.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Unggat, Aiptu Razmudi, menggelar kegiatan literasi di Rumah Curhat sekaligus Pondok Baca Presisi miliknya, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program Prioritas Kapolri dalam meningkatkan literasi masyarakat sekaligus membina generasi muda.
Kapolsek Bukit Bestari, Kompol Suardi, selaku penanggung jawab kegiatan, menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada tugas menjaga keamanan, tetapi juga sebagai penggerak edukasi dan pembinaan sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong anak-anak, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, agar memiliki kebiasaan membaca sejak dini. Literasi adalah kunci untuk membuka wawasan dan masa depan mereka,” ujar Suardi.
Dalam kegiatan tersebut, Razmudi tidak hanya mengajak anak-anak membaca buku, tetapi juga menyisipkan edukasi sederhana terkait pengetahuan hukum. Materi ini disampaikan secara ringan dan mudah dipahami agar anak-anak dapat mengenali perilaku yang baik dan buruk, serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja.
Pendekatan humanis menjadi metode utama yang digunakan. Dengan suasana santai di pondok baca, anak-anak diajak berdiskusi, mendengarkan cerita, hingga berbagi pengalaman sehari-hari. Cara ini dinilai efektif untuk membangun kedekatan emosional sekaligus menanamkan nilai-nilai positif.
“Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa. Dengan membaca, mereka bisa mengembangkan imajinasi, berpikir kritis, dan memahami mana yang benar dan salah. Ini penting agar mereka tidak mudah terjerumus ke dalam hal-hal negatif,” kata Razmudi.
Kehadiran Pondok Baca Presisi di wilayah pesisir Tanjung Unggat menjadi alternatif ruang belajar bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap buku. Selain sebagai tempat membaca, lokasi ini juga berfungsi sebagai ruang aman untuk berinteraksi, belajar bersama, dan menyalurkan kreativitas.
Antusiasme anak-anak terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka tampak larut dalam membaca buku cerita, aktif berdiskusi, hingga menyimak arahan yang diberikan.
Seorang warga setempat, Surya (34), mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, anak-anak di kawasan pesisir memang membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam hal pendidikan dan pembinaan karakter.
“Selama ini anak-anak di sini lebih banyak bermain, jarang yang punya buku bacaan. Dengan adanya pondok baca ini, mereka jadi semangat belajar. Kami sebagai orang tua sangat terbantu,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Usnadi (48), salah satu orang tua anak yang mengikuti kegiatan. Ia menilai pendekatan yang dilakukan polisi cukup efektif karena dilakukan dengan cara yang ramah dan dekat dengan anak-anak.
“Anak saya jadi lebih suka membaca sekarang. Bahkan di rumah mulai minta dibelikan buku. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” kata Usnadi.
Program ini diharapkan mampu membentuk karakter anak sejak dini, meningkatkan kemampuan berpikir, serta memperluas wawasan mereka. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi langkah preventif dalam mencegah potensi pelanggaran hukum di kalangan remaja.
Polsek Bukit Bestari menilai, pendekatan edukatif seperti ini menjadi strategi efektif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pembinaan yang dimulai dari usia dini diyakini mampu menciptakan generasi yang lebih sadar hukum dan berkarakter kuat.
Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kelurahan Tanjung Unggat. Kepercayaan masyarakat terhadap Polri pun diharapkan semakin meningkat seiring dengan kehadiran polisi yang aktif, peduli, dan dekat dengan masyarakat.














