Produksi Beras di Lebak Capai 203.498 Ton dalam Lima Bulan, Lampaui Kebutuhan Daerah

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Produksi beras di Kabupaten Lebak, Banten, selama periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 203.498 ton. Jumlah tersebut jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat setempat dan dinilai mampu mendukung pasokan pangan bagi daerah lain.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan ketersediaan pangan di wilayahnya saat ini dalam kondisi aman berkat tingginya produksi beras hasil panen petani di 28 kecamatan.

“Produksi beras Januari hingga Mei 2026 mencapai 203.498 ton. Dengan capaian tersebut, ketersediaan pangan di Kabupaten Lebak relatif aman,” kata Rahmat, Jumat (12/6/2026).

Menurut dia, kebutuhan konsumsi beras masyarakat Kabupaten Lebak yang berjumlah sekitar 1,4 juta jiwa mencapai 154.253 ton per tahun atau sekitar 12.854 ton per bulan.

Dengan kondisi tersebut, Kabupaten Lebak tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya sendiri, tetapi juga berpotensi menyuplai beras ke sejumlah daerah lain, seperti Tangerang, Jakarta, dan Bogor.

“Kami meyakini produksi beras di daerah ini relatif aman dan bisa memasok kebutuhan nasional,” ujarnya.

Rahmat menjelaskan, produksi beras diperkirakan akan kembali meningkat seiring datangnya musim panen raya pada Juli hingga Agustus 2026.

Ia mengatakan, peningkatan produksi tersebut didukung gerakan tanam padi yang dilakukan petani pada Mei hingga Juni 2026 dengan luas lahan mencapai lebih dari 20.000 hektare. Tanaman padi tersebut diperkirakan memasuki masa panen sekitar 110 hari setelah tanam.

Pemerintah Kabupaten Lebak juga menargetkan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menjadi tiga kali musim tanam dalam setahun. Target itu lebih tinggi dibandingkan rata-rata sebelumnya yang mencapai 2,5 kali musim tanam per tahun.

“Kami berharap produksi pangan tahun ini meningkat dengan Indeks Pertanaman tiga kali musim tanam dalam setahun,” kata Rahmat.

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai bantuan sarana produksi pertanian, mulai dari benih unggul, pupuk, pestisida, perbaikan jaringan irigasi, hingga pembangunan jalan usaha tani.

Selain itu, petani juga mendapatkan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti pompa air, traktor, mesin penggilingan padi, dan combine harvester guna meningkatkan efisiensi produksi.

Rahmat berharap berbagai dukungan tersebut dapat mendorong peningkatan hasil panen sekaligus memperkuat program swasembada pangan berkelanjutan yang tengah dijalankan pemerintah.

“Kami berharap bantuan sarana produksi dan alsintan ini dapat menggenjot produksi pangan serta mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan,” katanya.

 

Penulis: Noma
Editor: Antoni

 

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *