Lebak, Jurnalkota.co.id
Provinsi Banten mencatat surplus beras sebesar 261.211 ton pada 2025. Jumlah tersebut dinilai mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat hingga sekitar 20 bulan ke depan, seiring meningkatnya produktivitas pertanian padi di Kabupaten Lebak.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan, surplus beras terjadi karena produktivitas padi meningkat di seluruh 28 kecamatan.
“Kami mencatat produksi beras tahun 2025 mengalami surplus seiring meningkatnya produktivitas pertanian padi di 28 kecamatan,” kata Deni di Lebak, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras berbagai pihak, mulai dari penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga dukungan pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selain itu, petani juga terus melakukan percepatan tanam setelah panen, didukung curah hujan yang relatif tinggi sepanjang tahun.
Sebagian besar petani di Lebak mengelola sawah tadah hujan atau dikenal sebagai sawah “geluduk”, sehingga masa tanam sangat bergantung pada musim hujan.
Berdasarkan laporan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, produksi beras periode Januari–Desember 2025 mencapai 402.610 ton. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, kebutuhan konsumsi beras masyarakat diperkirakan 12.854 ton per bulan atau 154.253 ton per tahun.
Sementara itu, penyerapan beras hingga Desember 2025 tercatat 141.399 ton, sehingga menyisakan surplus 261.211 ton, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama 20 bulan.
“Kabupaten Lebak dalam beberapa tahun terakhir terus menjadi daerah surplus beras. Ini menjadi bukti nyata kemajuan sektor pertanian,” ujar Deni.
Deni menambahkan, Kabupaten Lebak merupakan salah satu lumbung pangan di Provinsi Banten dan selama ini turut memasok kebutuhan beras ke sejumlah daerah, seperti Jakarta, Bogor, hingga Lampung.
Saat ini, Kabupaten Lebak memiliki luas baku sawah sekitar 52.000 hektare dengan indeks pertanaman (IP) hingga tiga kali musim tanam dalam setahun. Pemerintah Kabupaten Lebak juga terus melakukan intervensi untuk meningkatkan produktivitas, antara lain melalui optimalisasi dan perluasan areal tanam, peningkatan indeks pertanaman, serta perbaikan sarana irigasi guna menjamin ketersediaan air.
Selain itu, pemerintah daerah menyalurkan berbagai bantuan sarana produksi pertanian, seperti benih unggul, alat dan mesin pertanian, pompa air, serta pendampingan teknis kepada petani melalui penyuluh pertanian.
“Berbagai bantuan tersebut bertujuan meningkatkan hasil panen sekaligus mendorong kesejahteraan petani,” kata Deni.
Penulis: Noma
Editor: Antoni













