Lingga, Jurnalkota.co.id
Angin puting beliung menerjang permukiman warga di Dusun I RT 001/RW 002 Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (6/4/2026) dini hari. Dalam hitungan menit, terjangan angin kencang itu merusak sejumlah bangunan, termasuk dua rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.30 WIB tersebut berlangsung singkat, hanya sekitar lima menit. Namun, dampaknya cukup signifikan. Rumah milik Hadijah mengalami kerusakan berat dengan bagian atap yang rusak hingga sekitar 75 persen. Sementara itu, rumah milik Sumarni mengalami kerusakan ringan di bagian dapur, dengan tingkat kerusakan sekitar 20 persen.
Selain rumah warga, angin puting beliung juga merusak sejumlah fasilitas lainnya. Bangunan kafe milik Mudazir Dzahid (Acin) mengalami kerusakan ringan pada bagian atap pondok sekitar 10 persen. Sementara itu, Gedung Posyandu Anyelir turut terdampak dengan kerusakan pada dinding sisi kanan mencapai sekitar 20 persen.
Kapolsek Dabo Singkep AKP Zainur bersama personel kepolisian langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian begitu menerima laporan warga. Mereka bergabung dengan unsur pemerintah desa, Babinsa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tim pemadam kebakaran Kabupaten Lingga untuk melakukan penanganan darurat.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung turun ke lokasi bersama tim gabungan untuk memastikan kondisi warga serta melakukan langkah penanganan awal,” ujar AKP Zainur.
Di lokasi, aparat bersama warga melakukan pengecekan kerusakan sekaligus memastikan tidak ada korban yang terjebak di dalam bangunan. Berdasarkan keterangan warga, angin kencang datang secara tiba-tiba saat sebagian besar masyarakat tengah beristirahat.
“Kejadiannya sangat cepat, tiba-tiba angin kencang datang dan langsung menerbangkan atap rumah. Kami hanya sempat menyelamatkan diri ke bagian rumah yang lebih aman,” ujar salah seorang warga setempat.
Memasuki pagi hari, sekitar pukul 06.00 WIB, personel gabungan bersama masyarakat mulai melakukan evakuasi serta gotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan. Proses pembersihan berlangsung hingga beberapa jam, dengan fokus utama membuka akses dan mengamankan material bangunan yang berpotensi membahayakan.
Dari hasil pendataan sementara, total kerugian materiil akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp22 juta. Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini.
Kapolres Lingga AKBP Pahala Martua Nababan melalui Kapolsek Dabo Singkep AKP Zainur menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam situasi seperti ini merupakan bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Polri hadir untuk memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat, termasuk dalam penanganan bencana. Kami juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian ini,” kata Zainur.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi menimbulkan bencana serupa.
“Kami mengingatkan warga agar selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang yang bisa datang secara tiba-tiba,” ujarnya.
Kegiatan evakuasi dan pembersihan akhirnya rampung sekitar pukul 08.45 WIB. Selama proses berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif, serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat.
Secara terpisah, Kasi Humas Polres Lingga IPTU Indra Gunawan mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan kepolisian jika membutuhkan bantuan.
“Masyarakat dapat menghubungi Call Center 110 atau menggunakan aplikasi Polri Super Apps untuk pengaduan maupun informasi terkait kondisi darurat,” ujarnya.














