Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mengajak masyarakat menjadikan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum refleksi untuk meningkatkan keimanan dan kualitas ibadah.
Ajakan tersebut disampaikan Raja Ariza saat menghadiri Tabligh Akbar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang digelar di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Rabu (14/1/2026) malam.
“Kita jadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah sebagai benteng spiritual dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Raja Ariza.
Tabligh Akbar tersebut menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar. Dalam tausiyahnya, Nasaruddin menyampaikan bahwa bulan Rajab merupakan bulan mulia yang menjadi pintu masuk menuju bulan suci Ramadan.
Ia mengajak umat Islam untuk mempersiapkan diri dengan memperbanyak ibadah, seperti menunaikan salat, membaca Al-Qur’an, membersihkan hati, serta meningkatkan kualitas spiritual.
“Isra Mi’raj adalah peristiwa penting yang mengajarkan kedekatan kepada Allah melalui ibadah. Kepulauan Riau juga dikenal sebagai salah satu pusat pembinaan Al-Qur’an, dan hal ini harus terus dijaga serta diperkuat,” kata Nasaruddin.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menjelaskan karakteristik wilayah Kepulauan Riau sebagai provinsi kepulauan dengan sekitar 2 persen daratan dan 98 persen lautan, serta memiliki 2.028 pulau, termasuk 22 pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan negara-negara ASEAN.
Kondisi geografis tersebut, menurut Ansar Ahmad, menjadikan pembangunan karakter masyarakat dan penguatan moderasi beragama sebagai tantangan tersendiri. Namun, melalui kerja sama berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, serta pembinaan dari Kementerian Agama, Kepulauan Riau mampu mencatatkan capaian positif.
“Alhamdulillah, selama tiga tahun berturut-turut indeks moderasi beragama Kepulauan Riau berada pada posisi yang sangat membanggakan dan masuk tiga besar nasional,” ujar Ansar Ahmad.








