Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Distribusi Bahan Kebutuhan Pokok dari Kota Batam ke Tanjungpinang di Ruang Rapat Raja Haji Fisabilillah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Rabu (10/12/2025).
Rapat dipimpin Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, dan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat; Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Elfiani Sandri; jajaran perangkat daerah; pelaku distribusi; serta pemangku kepentingan sektor logistik.
Raja Ariza menegaskan bahwa ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Sebagian besar pasokan pangan Tanjungpinang berasal dari Kota Batam sehingga koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terjangkau.
“Pemerintah Kota Tanjungpinang terus memastikan pasokan bahan pokok aman dan terdistribusi dengan baik. Kami berkomitmen mengambil langkah konkret agar tidak terjadi hambatan, baik dari sisi logistik maupun harga,” kata Raja Ariza.
Ia menambahkan bahwa distribusi bahan kebutuhan pokok merupakan sektor strategis yang harus dijaga stabilitasnya, terutama menjelang periode meningkatnya permintaan masyarakat.
Sekda Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, menyampaikan bahwa optimalisasi data distribusi, pemantauan perkembangan harga, serta penguatan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepri dan para distributor akan terus dilakukan. Langkah tersebut bertujuan menjaga ketersediaan dan kestabilan harga di pasaran.
“Melalui peran aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah daerah dapat mengantisipasi potensi gangguan pasokan. Dengan koordinasi yang lebih terukur dan respons cepat, kami bisa segera mengambil tindakan jika terjadi dinamika harga atau hambatan distribusi di lapangan,” ujar Zulhidayat.
Pemko Tanjungpinang berharap rapat ini menghasilkan langkah konkret dan kolaboratif untuk memperlancar arus logistik serta menjaga stabilitas bahan kebutuhan pokok agar tetap tersedia dan terjangkau bagi masyarakat.








