Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza menerima kunjungan silaturahmi rombongan pesilat dari Terengganu, Malaysia, di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senin (27/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan masyarakat serumpun sekaligus memperkuat pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya Melayu.
Rombongan yang berasal dari Persatuan Seni Silat Pesaka Terengganu datang ke Tanjungpinang dalam rangka menjalin silaturahmi sekaligus mengikuti latihan bersama dengan pesilat Kota Tanjungpinang. Kegiatan itu menjadi bagian dari persiapan mereka menghadapi kejuaraan pencak silat di Malaysia yang dijadwalkan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026.
Wakil Persatuan Seni Silat Pesaka Terengganu, Tuan Guru Encik Jafaar bin Ali, mengatakan latihan bersama tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sekaligus membangkitkan semangat para atlet menjelang kejuaraan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan persaudaraan antara pesilat Malaysia dan Indonesia yang memiliki akar budaya Melayu yang sama.
“Kami ingin membangun kembali semangat juang para pesilat menjelang kejuaraan, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan dengan saudara-saudara kami di Tanjungpinang yang memiliki akar budaya Melayu yang sama,” ujar Jafaar.
Menyambut kunjungan tersebut, Raja Ariza mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan rombongan Pesaka Terengganu dengan memilih Tanjungpinang sebagai lokasi bersilaturahmi dan berlatih bersama.
Menurutnya, hubungan antara Tanjungpinang dan Terengganu telah terjalin sejak lama melalui ikatan sejarah, budaya, serta nilai-nilai kemelayuan yang masih terpelihara hingga kini. Karena itu, pencak silat menjadi salah satu media yang efektif untuk mempererat hubungan masyarakat serumpun.
“Silaturahmi seperti ini bukan sekadar mempertemukan para pesilat, tetapi juga menjadi wadah memperkuat persaudaraan serumpun, saling bertukar pengalaman, serta menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya yang harus terus dilestarikan oleh generasi muda,” kata Raja Ariza.
Ia menilai olahraga tradisional seperti pencak silat tidak hanya membentuk kemampuan fisik dan mental, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai budaya, sportivitas, disiplin, dan persaudaraan kepada generasi muda.
Karena itu, Raja Ariza berharap hubungan baik antara Tanjungpinang dan Terengganu terus berkembang melalui berbagai program kolaborasi, baik di bidang olahraga, seni, budaya, maupun pendidikan.
“Semoga hubungan baik yang telah terjalin ini terus berlanjut melalui berbagai kegiatan positif sehingga semakin mempererat persahabatan antara masyarakat Tanjungpinang dan Terengganu,” ujarnya.
Ia juga berharap latihan bersama tersebut dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik dalam meningkatkan kualitas atlet maupun memperluas jaringan kerja sama antarkomunitas pencak silat di Indonesia dan Malaysia.
Kegiatan silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol eratnya hubungan persaudaraan antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dengan komunitas pencak silat Terengganu.
Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk terus menjaga hubungan baik yang telah terjalin serta menjadikan pencak silat sebagai salah satu jembatan memperkuat persahabatan dan melestarikan budaya Melayu di tingkat regional.
.













