Jakarta, Jurnalkota.co.id
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau persiapan lokasi dan dekorasi perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan rangkaian acara dan dekorasi khas Imlek di sejumlah titik, mulai dari Blok M, Bundaran HI, Monas, hingga Anjungan DKI Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Menurut Rano, perayaan Imlek menjadi momentum penting untuk menegaskan Jakarta sebagai kota inklusif dan terbuka bagi seluruh budaya.
“Perayaan Imlek Jakarta 2026 kami rancang sebagai perayaan kebersamaan dalam keberagaman. Jakarta adalah rumah bagi berbagai budaya yang hidup berdampingan,” ujar Rano saat konferensi pers di Bundaran HI.
Digelar Sepanjang Februari
Rangkaian kegiatan Imlek 2026 akan berlangsung sepanjang Februari hingga awal Maret di berbagai ruang publik Jakarta. Kegiatan meliputi pentas seni budaya, instalasi visual, hingga pertunjukan kolosal.
Salah satu agenda utama adalah Lomba Dekorasi Imlek pada 12–17 Februari 2026 di sepanjang Jalan M.H. Thamrin–Sudirman. Kegiatan ini melibatkan peritel dan pengelola gedung untuk mempercantik wajah Ibu Kota.
Festival Imlek Jakarta akan digelar pada 13–17 Februari 2026 di kawasan Bundaran HI, menghadirkan instalasi cahaya dan pertunjukan seni budaya Tionghoa.
“Bundaran HI akan menjadi pusat perayaan yang dapat dinikmati masyarakat secara terbuka,” kata Rano.
Selain itu, Simfoni Imlek Jakarta pada 13 Februari 2026 akan menghadirkan lebih dari 50 alat musik Tionghoa serta tarian Selendang Dendang.
Monas hingga Kota Tua
Perayaan berlanjut dengan Festival Pecinan Jakarta pada 15–17 Februari 2026 di Anjungan DKI Jakarta, TMII, yang menampilkan barongsai, liong, serta instalasi seni bertema sejarah peranakan.
Harmoni Jakarta akan digelar pada 15–17 Februari 2026 di Blok M Hub dengan konsep perpaduan budaya Tionghoa dan sentuhan modern.
Sementara itu, Semarak Imlek Jakarta pada 16–17 Februari 2026 di Monas akan menghadirkan video mapping dan instalasi seni. Pada waktu yang sama, Jakarta Light Festival – Chinese New Year Edition berlangsung di kawasan Kota Tua.
“Monas dan Kota Tua menjadi ruang ekspresi budaya berbasis teknologi. Kami ingin menghadirkan perayaan yang modern tanpa meninggalkan nilai budaya,” ujar Rano.
Festival Klenteng Jakarta juga digelar sepanjang Februari sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan sejarah dan spiritual Jakarta.
Rangkaian acara ditutup dengan Festival Cap Go Meh Jakarta pada 3 Maret 2026 di Pancoran Chinatown Point.
Rano berharap perayaan Imlek 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperkuat daya tarik pariwisata serta menegaskan posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing.
Penulis: Awal
Editor: Antoni








