Jakarta, Jurnalkota.co.id
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto memastikan kesiapan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan dalam menjaga ketersediaan pasokan menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026.
Hal itu disampaikan Uus saat menghadiri diskusi Balkoters Talk bertajuk “Persiapan BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri” di Graha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Menurut Uus, rangkaian hari besar yang berdekatan, mulai dari Tahun Baru Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri, menjadi perhatian khusus Pemprov DKI karena Jakarta merupakan pusat aktivitas ekonomi sekaligus tujuan kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.
“Pemprov DKI Jakarta memiliki tanggung jawab menjaga ketersediaan stok pangan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Stabilitas pangan dan ekonomi menjadi prioritas utama,” ujar Uus.
Kebutuhan Pangan Diprediksi Naik
Berdasarkan proyeksi Pemprov DKI, kebutuhan sejumlah komoditas diperkirakan meningkat menjelang Ramadan. Kenaikan tersebut antara lain pada telur ayam sebesar 7,5 persen, daging sapi dan kerbau 3,57 persen, bawang putih 3,57 persen, cabai rawit 3,06 persen, serta bawang merah 2,89 persen.
Lonjakan diprediksi lebih tinggi menjelang Idulfitri, terutama pada telur ayam yang meningkat 17,20 persen, daging ayam 10,77 persen, bawang merah 10,67 persen, minyak goreng 9,67 persen, dan cabai rawit 9,18 persen.
Uus menegaskan, koordinasi lintas BUMD pangan terus diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan tersebut dan mencegah gejolak harga.
“Tidak ada alasan bagi Pemprov DKI Jakarta untuk tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Koordinasi dan soliditas antar-BUMD menjadi kunci,” katanya.
Stok Beras 182.172 Ton
Untuk komoditas beras, total stok tercatat mencapai 182.172 ton. Stok tersebut berasal dari Pasar Induk Beras Cipinang 40.088 ton, Food Station 8.100 ton, stok Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) 18.000 ton, Bulog 141.823 ton, serta Pasar Jaya 261 ton.
Selain beras, Perumda Dharma Jaya memastikan ketersediaan protein hewani dalam kondisi aman, meliputi daging sapi 1.246 ton, daging ayam 435 ton, ikan kembung 547 ton, serta ternak sapi sebanyak 1.010 ekor.
Komoditas lainnya yang tersedia antara lain telur ayam 5,5 ton, cabai rawit 57 ton, bawang merah 104 ton, bawang putih 48 ton, minyak goreng 625 ton, dan gula 437,4 ton.
Jaga Inflasi dan Distribusi
Dalam rangka pengendalian inflasi, Pemprov DKI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan rutin harga dan pasokan, pengawasan LPG 3 kilogram, pengawasan keamanan pangan, bazar murah, kampanye belanja bijak, serta pengembangan urban farming.
Uus menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat 5,21 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan kolaborasi dan inovasi yang terus diperkuat, kami optimistis kebutuhan pangan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik, sehingga inflasi tetap terkendali dan pertumbuhan ekonomi terjaga,” pungkasnya.
Penulis: Awal
Editor: Antoni








