Oleh: Puput Ariantika, S.T.
Kepolisian Resor Panajam Paser Utara (PPU) Kalimantan timur, mengungkap kasus pembunuhan oleh seorang remaja berinisial J (16 tahun) terhadap 1 keluarga berjumlah 5 orang. Diduga motif pembunuhan yang terjadi di Desa Babulu Laut, kecamatan Babulu karena persoalan asmara dan dendam pelaku terhadap korban. Antara pelaku dan korban saling bertetangga. (Republika.co.id, Februari 2024).
Diberitakan Kompas.com bahwa pembunuhan yang terjadi pada februari 2024 berawal saat J berkumpul dengan temannya pada malam harinya. Mereka berkumpul untuk mengkonsumsi minuman keras. Sekitar pukul 23.30 WITA, J diantar pulang temannya. Namun dia justru mempunyai niatan untuk membunuh korban. Pelaku langsung menuju rumah korban dengan senjata tajam dan melakukan pembunuhan. (Kompas.com 6/2/2024).
Kasus ini merupakan salah satu potret buram pendidikan Indonesia, karena gagal mendidik generasi menjadi generasi yang berkualitas. Konsep pendidikan Indonesia saat ini mengadopsi konsep sekulerisme. Sekulerisme adalah paham yang memisahkan agama dari kehidupan. Konsep pendidikan sekulerisme hanya mementingkan pada isi materi pelajaran yang dipelajari disekolah. Output dari pada itu hanya materi dan sikap individualisme. Sekularisme telah membuat manusia, khususnya umat Islam hanya berfokus pada misi duniawi, tanpa berfikir pada hal-hal yang berkaitan dengan kausalitas.
Selain menunjukkan gagalnya sistem pendidikan dalam mencetak generasi berkualitas, kasus ini juga menunjukkan lemahnya sistem sanksi. Banyak kasus pembunuhan yang dilakukan tidak dihukum dengan hukuman yang membuat pelaku jera. Atau tıdak diproses karena alasan kasus pembunuhan dilakukan oleh anak dibawah umur. Sehingga sanksi yang diberikan tidak mampu mencegah individu melakukan kejahatan apapun termasuk pembunuhan.
Pembunuhan yang terjadi dilakukan setelah pelaku mengkonsumsi minuman keras. Ini menunjukkan efek buruk dari mengkonsumsi minuman keras. Bukan hanya membahayakan diri sendiri tapi juga membahayakan yang orang lain. Karena minuman keras merupakan induk dari kejahatan. Oleh sebab itu minuman keras (khamar) diharamkan dalam Islam. Pengharaman ini salah satu mekanısme dalam Islam dalam mencegah terjadinya kejahatan.
Islam memiliki sistem kehidupan terbaik. Sistem hidup berasaskan pada akidah Islam. Diantaranya sistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi berkualitas dan berkepribadian islam. Sistem pendidikan Islam memiliki visi yang jelas, yakni mencetak generasi dengan pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan Islam. Dengan kurikulum yang berlandaskan akidah Islam yang akan lahir generasi yang tinggi akhlaknya, cerdas akalnya, dan memiliki iman yang kuat.
Islam juga mempunyai sistem sanksi yang membuat jera setiap pelaku kejahatan dan mencegah individu lain untuk melakukannya. Sistem sanksi dalam Islam terbagi dua sanksi akhirat dan sanksi dunia. Adapun sanksi akhirat maka setia kejahatan akan di balas oleh Allah di akhirat kelak berupa penyiksaan di neraka. Sedangkan sanksi dunia, maka pelaksanaannya dilangsungkan oleh al-imam (khalifah) ataupun orang yang ditunjuk mewakilinya. Dengan kata lain, negaralah yang melaksanakannya. Sanksi yang dijatuhkan di dunia bagi si pendosa termasuk pembunuhan. İni akan mengakibatkan gugurnya siksa di akhirat.
Maka dari itu, seseorang yang telah mendapat sanksi yang syar’i di dunia, maka gugurlah sanksi baginya di akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah saw “Barang siapa di antara kalian yang menepatinya, maka pahalanya ada di sisi Allah. Dan barang siapa yang melanggarnya maka ia akan diberi sanksi (‘iqab) sebagai penebus (kafarat) baginya. Dan barang siapa yang melanggarnya, tetapi kesalahan itu ditutupi oleh Allah, jika Allah menghendaki maka Ia akan mengampuni. Dan jika Ia menghendaki maka ia akan mengazabnya” (HR. Bukhari).
Jelaslah sudah tidak ada kebaikan untuk generasi ini jika sekularisme terus menaungi. Generasi ini perlu diselamatkan dari arus sekularisme yang merusak jiwa dan karakter mereka. Mari bersama berjuang mewujudkan sistem Islam yang paripurna dalam naungan Khilafah agar gelar sebagai umat terbaik dengan peradaban terbaik. **













