Batam, Jurnalkota.co.id
Menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam memperketat pengawasan internal dengan menggelar razia gabungan dan tes urine terhadap pegawai serta warga binaan, Senin (6/4/2026).
Langkah tegas ini dilakukan sebagai upaya memastikan lingkungan rutan tetap steril dari peredaran narkoba dan barang terlarang, sekaligus memperkuat komitmen pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut menyasar kamar hunian Blok B-10 dan C-9. Razia dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIA Batam Fajar Teguh Wibowo bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), serta melibatkan unsur aparat penegak hukum.
Dalam pelaksanaannya, Rutan Batam menggandeng personel dari Polsek Sagulung dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batam. Sebanyak 2 personel kepolisian, 3 personel BNN, serta 15 petugas rutan diterjunkan untuk melakukan penggeledahan secara menyeluruh.
Petugas melakukan pemeriksaan ketat, mulai dari penggeledahan badan warga binaan hingga pemeriksaan detail barang-barang di dalam kamar hunian. Fokus utama razia adalah mendeteksi keberadaan barang terlarang seperti telepon genggam, narkotika, serta instalasi listrik ilegal yang berpotensi membahayakan keamanan.
Hasilnya, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam rutan, di antaranya mancis, alat cukur, pena, tali, bola karet, dan kartu gaple. Meski demikian, tidak ditemukan barang berisiko tinggi seperti handphone, narkoba, maupun instalasi listrik liar.
“Temuan ini langsung kami amankan sebagai bagian dari penertiban. Yang terpenting, hasil razia menunjukkan nihil handphone dan narkoba,” kata Fajar.
Tak hanya razia, kegiatan juga dilanjutkan dengan tes urine sebagai langkah preventif terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan rutan. Sebanyak 60 pegawai dan 100 warga binaan menjalani pemeriksaan tersebut.
Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif dari penggunaan narkotika.
Fajar menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan jajaran pemasyarakatan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan bebas dari praktik-praktik ilegal.
“Kami akan terus memperkuat pengawasan dan meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan keamanan serta ketertiban di dalam rutan tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, razia dan tes urine akan terus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan, tidak hanya menjelang peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan, tetapi sebagai bagian dari sistem pengawasan rutin.
Dengan pengawasan yang semakin ketat, diharapkan potensi pelanggaran di dalam rutan dapat diminimalisir, sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan yang lebih optimal.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan terkendali. Hasil ini sekaligus menjadi indikator positif bahwa upaya pencegahan yang dilakukan berjalan efektif dalam menjaga integritas lingkungan pemasyarakatan.








