Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Tanjungpinang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang menyalurkan bantuan sosial kepada korban kecelakaan laut akibat pompong terbalik di perairan Kolam Bandar, Kelurahan Tanjungpinang Kota.
Bantuan diserahkan langsung kepada korban dan keluarga di Sei Ladi, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut penanganan terhadap kecelakaan laut yang terjadi pada Selasa (4/8/2026). Saat itu, sebuah pompong kayu yang membawa tujuh penumpang terbalik sesaat setelah bertolak dari kawasan Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), Tanjungpinang.
Seluruh penumpang dalam peristiwa tersebut berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Setelah proses penyelamatan dan pemeriksaan kondisi korban dilakukan, Satpolairud bersama BPBD kemudian mendatangi kediaman korban untuk memberikan bantuan.
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan sejumlah kebutuhan pokok yang diharapkan dapat membantu meringankan beban korban dan keluarganya setelah mengalami musibah.
Penyerahan bantuan dihadiri Wakasatpolairud Polresta Tanjungpinang AKP Purwandi, Ps Kanit Gakkum Satpolairud Polresta Tanjungpinang Ipda Mulyoto, dan Ps Kanit Harkan Satpolairud Polresta Tanjungpinang Ipda Mona Ike Magdalena.
Dari BPBD Kota Tanjungpinang hadir Plt Sekretaris BPBD Kota Tanjungpinang Devit Lagodo Naibaho, Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lusi Nila Sari, serta Koordinator Lapangan Jarot Endratno.
Sejumlah personel Satpolairud Polresta Tanjungpinang dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Tanjungpinang juga turut dalam kegiatan tersebut.
Selain menyerahkan bantuan kebutuhan pokok, petugas memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarganya. Pendampingan tersebut diberikan agar para korban tetap kuat setelah mengalami peristiwa yang membahayakan keselamatan mereka di laut.
Kasat Polairud Polresta Tanjungpinang Kompol Zubaida mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian Polri bersama pemerintah daerah kepada masyarakat yang mengalami musibah, terutama warga yang kesehariannya beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan.
“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban korban dan keluarga. Kehadiran kami juga sebagai bentuk dukungan moril agar keluarga tetap kuat dan tabah menghadapi musibah ini,” kata Zubaida.
Kecelakaan pompong tersebut terjadi pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 13.50 WIB di perairan Kolam Bandar.
Pompong kayu itu membawa tujuh orang penumpang. Sebelum kejadian, pompong digunakan untuk menjemput anggota keluarga yang baru tiba dari Batam melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura.
Setelah seluruh penumpang naik dan pompong meninggalkan kawasan pelabuhan, kapal diduga kehilangan keseimbangan ketika berbelok hingga akhirnya terbalik. Para penumpang pun tercebur ke laut.
Warga dan petugas yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan. Satpolairud Polresta Tanjungpinang kemudian melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) serta Karantina Kesehatan Pelabuhan SBP.
Berkat penanganan cepat, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Para korban selanjutnya menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi mereka setelah insiden.
Ingatkan Keselamatan Pelayaran
Selain memberikan bantuan, Satpolairud Polresta Tanjungpinang kembali mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan ketika menggunakan transportasi laut.
Imbauan tersebut dinilai penting mengingat aktivitas masyarakat Tanjungpinang tidak dapat dilepaskan dari transportasi laut, baik untuk mobilitas antarpulau maupun aktivitas masyarakat pesisir sehari-hari.
Zubaida meminta masyarakat memastikan kondisi cuaca sebelum berlayar. Pengguna maupun pengelola transportasi laut juga diminta memperhatikan kondisi dan kelayakan kapal yang digunakan.
Peralatan keselamatan, terutama jaket pelampung, juga harus tersedia dalam jumlah yang memadai dan digunakan selama perjalanan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi keadaan darurat.
Masyarakat juga diingatkan tidak mengabaikan kapasitas angkut kapal serta memperhatikan perubahan kondisi cuaca di perairan yang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan.
Menurut Zubaida, upaya pencegahan menjadi bagian penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan di laut. Kesadaran terhadap keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga pemilik kapal, tekong, dan masyarakat sebagai pengguna transportasi laut.
Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung aman dan lancar. Korban beserta keluarga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Satpolairud Polresta Tanjungpinang bersama BPBD Kota Tanjungpinang.
Zubaida berharap koordinasi antara kepolisian dan BPBD terus diperkuat, terutama dalam memberikan respons cepat ketika terjadi kecelakaan maupun kondisi darurat yang melibatkan masyarakat di wilayah pesisir.
“Melalui kegiatan tersebut, sinergitas antara Polri dan BPBD diharapkan semakin kuat dalam memberikan pelayanan kemanusiaan serta menghadirkan rasa aman dan kepedulian kepada masyarakat,” ujar Zubaida.














