Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Tanjungpinang terus memperkuat perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Tidak hanya menjaga keamanan wilayah perairan, Satpolairud juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir sebagai bagian dari upaya melestarikan ekosistem laut sekaligus mendukung kawasan wisata yang bersih dan nyaman.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemasangan spanduk imbauan kebersihan dan aksi Polisi Penolong yang dilaksanakan di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan pesisir serta menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah perairan.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Wakasat Polairud Polresta Tanjungpinang AKP Purwandi bersama personel Satpolairud Polresta Tanjungpinang.
Sebelum turun ke lapangan, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel kesiapan. Dalam apel tersebut, pimpinan memberikan arahan mengenai teknis pelaksanaan kegiatan, pembagian tugas kepada setiap personel, serta penekanan terhadap pentingnya mengedepankan pendekatan yang humanis saat berinteraksi dengan masyarakat.
Usai apel, personel bergerak menuju sejumlah titik strategis di Pulau Penyengat untuk memasang spanduk berisi ajakan menjaga kebersihan lingkungan. Spanduk dipasang di lokasi yang mudah dilihat masyarakat, seperti kawasan dermaga, jalur kedatangan penumpang, hingga kawasan pesisir di sekitar Balai Adat Pulau Penyengat.
Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dan religi unggulan di Kepulauan Riau, Pulau Penyengat setiap harinya dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Karena itu, kebersihan kawasan pesisir menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus mempertahankan daya tarik wisata pulau bersejarah tersebut.
Tidak hanya memasang spanduk, personel Satpolairud juga berinteraksi langsung dengan masyarakat, nelayan, pengelola transportasi laut, serta para penumpang yang berada di kawasan dermaga.
Dalam kesempatan itu, petugas memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke laut. Masyarakat diajak untuk membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan bersama-sama menjaga kebersihan kawasan pesisir agar ekosistem laut tetap terpelihara.
Personel juga menjelaskan bahwa sampah yang dibuang ke laut tidak hanya merusak keindahan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kehidupan biota laut, mencemari perairan, hingga berdampak terhadap aktivitas nelayan dan sektor pariwisata.
Selain menyampaikan pesan mengenai kebersihan lingkungan, Satpolairud turut memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat. Warga diingatkan agar selalu memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di perairan, menggunakan alat keselamatan ketika menyeberang menggunakan kapal, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan di wilayah perairan.
Kasat Polairud Polresta Tanjungpinang Kompol Zubaidah mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan yang edukatif dan preventif.
Menurutnya, menjaga keamanan wilayah perairan tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga kelestarian lingkungan. Lingkungan yang bersih dan terawat akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, maupun keberlangsungan sektor pariwisata.
“Dengan menjaga kebersihan lingkungan pesisir dan laut, kita tidak hanya melestarikan alam, tetapi juga mendukung kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Penyengat. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan keamanan wilayah perairan,” ujar Zubaidah.
Ia menambahkan, keberhasilan menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat kepolisian, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Budaya peduli lingkungan harus dibangun sejak dini agar kawasan pesisir tetap bersih, sehat, dan mampu memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Program edukasi seperti ini, lanjutnya, akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah pesisir dan pulau-pulau yang menjadi wilayah hukum Polresta Tanjungpinang.
Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel Satpolairud mendapat sambutan positif dari masyarakat yang menilai kegiatan tersebut memberikan edukasi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kebersihan laut.
Melalui kegiatan pemasangan spanduk imbauan kebersihan dan aksi Polisi Penolong ini, Satpolairud Polresta Tanjungpinang berharap semakin terbangun sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, menciptakan kawasan pesisir yang aman dan nyaman, serta melestarikan ekosistem laut sebagai aset penting bagi kehidupan dan pembangunan pariwisata di Kota Tanjungpinang.














