Lebak, Jurnalkota.co.id
Kabar meninggalnya Adifta Nur Amelia, siswi kelas 2B SDN 2 Muara Ciujung Timur, Kabupaten Lebak, menyisakan duka bagi keluarga dan lingkungan sekolah, Kamis (15/10/2026).
Di tengah kabar duka tersebut, pengamat kebijakan publik dan lingkungan, Aryo Lukito, menyoroti upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di lingkungan permukiman dan sekolah.
Meski demikian, penyebab meninggalnya Adifta belum terkonfirmasi dalam keterangan yang diperoleh. Belum ada keterangan medis maupun penjelasan dari pihak berwenang yang memastikan adanya kaitan kematian siswi tersebut dengan DBD.
Aryo menilai penanganan penyakit menular perlu lebih mengutamakan pencegahan. Ia meminta pemerintah daerah dan dinas terkait meningkatkan kewaspadaan serta merespons laporan masyarakat tanpa menunggu munculnya korban jiwa.
“Mengapa untuk melakukan fogging atau pengasapan harus menunggu ada korban yang meninggal dunia terlebih dahulu? Ini menunjukkan lemahnya kepekaan dan pencegahan dini,” ujar Aryo.
Pernyataan itu merupakan kritik Aryo terhadap penanganan DBD. Adapun kronologi permintaan pengasapan, waktu respons petugas, serta kondisi penanganan di wilayah yang disorot belum diperoleh.
Menurut Aryo, pemetaan lingkungan rawan DBD perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Ia juga menekankan pentingnya langkah pencegahan di sekolah dan permukiman padat, terutama untuk melindungi anak-anak.
Aryo turut mendorong pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin dan meminta agar tindak lanjut atas laporan warga tidak terhambat proses birokrasi.
Ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih besar terhadap mitigasi risiko kesehatan masyarakat, termasuk melalui koordinasi dengan sekolah dan warga di lingkungan yang dinilai rawan.
Sementara itu, keluarga besar SDN 2 Muara Ciujung Timur, para guru, dan teman-teman almarhumah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Adifta. Mereka mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Upaya konfirmasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak telah dilakukan, tetapi pihak dinas belum dapat dihubungi hingga naskah ini disusun. Dengan demikian, penjelasan mengenai kondisi DBD di wilayah tersebut maupun tanggapan atas kritik Aryo belum diperoleh.
Penulis: Noma
Editor: Antoni









