Jakarta, Jurnalkota.co.id
Suku Dinas (Sudin) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kota Administrasi Jakarta Barat terus memperkuat sinergi dengan pelaku usaha melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Industri Pariwisata yang digelar di Hotel Ciputra, Grogol, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Pelaku Usaha Pariwisata Jakarta Barat dalam Membangun Ekosistem yang Legal, Berkelanjutan, dan Inklusif Menuju 5 Abad Kota Jakarta” tersebut diikuti sebanyak 150 pelaku usaha sektor hiburan dan rekreasi dari berbagai wilayah di Jakarta Barat.
Bimtek ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha sekaligus memperkuat pemahaman mengenai regulasi, perizinan, tanggung jawab sosial, serta prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan usaha pariwisata.
Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Barat, Sherly Yuliana, mengatakan sektor pariwisata membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha agar mampu berkembang secara sehat dan berdaya saing.
Menurut Sherly, pelaku usaha tidak hanya dituntut menjalankan bisnis yang menguntungkan, tetapi juga harus memahami berbagai aturan yang berlaku, menjaga lingkungan usaha yang aman, serta memberikan perlindungan kepada tenaga kerja.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelaku usaha semakin memahami pentingnya kepatuhan terhadap perizinan, menjaga lingkungan usaha yang sehat dan aman, serta memberikan perlindungan kepada tenaga kerja. Kami juga ingin memastikan sektor pariwisata di Jakarta Barat berkembang secara positif, bebas dari praktik-praktik ilegal seperti penyalahgunaan narkoba maupun kegiatan yang bertentangan dengan ketentuan hukum,” ujar Sherly.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi strategis dari sejumlah narasumber lintas instansi yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing.
Materi yang diberikan mencakup pencegahan penyalahgunaan narkoba dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), tata cara perizinan berusaha berbasis Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA), verifikasi persyaratan perizinan minuman beralkohol, pengelolaan sampah dan limbah industri, hingga perlindungan dan jaminan sosial bagi tenaga kerja.
Narasumber yang hadir berasal dari berbagai lembaga pemerintah dan instansi terkait. Mereka antara lain Ketua Tim Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI Jakarta Afib Rizal, Direktorat Pelayanan Perizinan Berusaha Sektor Non Industri BKPM RI Ayu Dwi Wulansari, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta Yudi Saputra, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Subarna, serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Barat.
Sherly menilai kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk membangun kesamaan persepsi antara pemerintah dan pelaku usaha terkait arah pengembangan sektor pariwisata di Jakarta Barat.
Menurutnya, subsektor hiburan dan rekreasi memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya tarik Jakarta Barat sebagai salah satu destinasi wisata perkotaan.
Karena itu, pengelolaan usaha yang legal, tertib, dan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam menjaga iklim investasi dan kepercayaan masyarakat terhadap industri pariwisata.
Selain membahas aspek legalitas usaha, pemerintah juga mendorong para pelaku usaha untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan dan kesejahteraan tenaga kerja. Pengelolaan limbah yang baik serta kepatuhan terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan usaha yang berkelanjutan.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat berharap hasil dari kegiatan ini dapat diterapkan secara nyata oleh para pelaku usaha dalam operasional sehari-hari sehingga mampu menciptakan ekosistem usaha yang sehat, aman, inklusif, dan berdaya saing.
Melalui sinergi yang terus diperkuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, sektor pariwisata Jakarta Barat diharapkan dapat tumbuh lebih berkualitas sekaligus mendukung visi pembangunan Jakarta menuju peringatan 500 tahun atau lima abad Kota Jakarta.
Penulis: Awal
Editor: Antoni








