Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para qari, qariah, hafiz, hafizah, dan peserta cabang perlombaan lainnya. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang juga menyiapkan agenda khusus berupa city tour ke Pulau Penyengat untuk memperkenalkan warisan sejarah dan kebudayaan Melayu kepada seluruh kafilah.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026, bertepatan dengan hari terakhir rangkaian pelaksanaan MTQ XII Kepri. Seluruh peserta dari tujuh kabupaten dan kota se-Kepulauan Riau akan diajak mengunjungi sejumlah situs bersejarah yang menjadi simbol kejayaan peradaban Melayu dan perkembangan Islam di wilayah tersebut.
Pulau Penyengat dipilih karena memiliki nilai historis yang sangat penting bagi Kepulauan Riau. Pulau kecil yang berada di seberang Kota Tanjungpinang itu dikenal sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga pada masanya dan menjadi tempat lahirnya berbagai karya besar sastra Melayu yang berpengaruh hingga kini.
Salah satu ikon utama Pulau Penyengat adalah Masjid Sultan Riau Penyengat yang dibangun pada awal abad ke-19. Masjid berwarna kuning khas Melayu tersebut hingga kini masih berdiri kokoh dan menjadi salah satu destinasi religi sekaligus wisata sejarah yang paling banyak dikunjungi di Kepulauan Riau.
Selain mengunjungi masjid bersejarah tersebut, para peserta MTQ juga akan diajak berziarah ke kompleks makam tokoh-tokoh besar Melayu, di antaranya Raja Ali Haji dan Raja Haji Fisabilillah.
Raja Ali Haji dikenal sebagai ulama, cendekiawan, dan pujangga Melayu yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan bahasa dan sastra Melayu. Karyanya yang paling terkenal, Gurindam Dua Belas, hingga kini masih menjadi rujukan penting dalam khazanah sastra dan budaya Melayu.
Sementara itu, Raja Haji Fisabilillah merupakan pahlawan nasional yang dikenal karena perjuangannya melawan penjajahan Belanda pada abad ke-18. Sosoknya menjadi simbol keberanian dan semangat perjuangan masyarakat Melayu dalam mempertahankan kedaulatan wilayahnya.
Tidak hanya berziarah, para kafilah juga akan mengikuti prosesi penyambutan adat Melayu di Balai Adat Pulau Penyengat. Dalam kegiatan tersebut, peserta akan disuguhkan pembacaan Gurindam Dua Belas serta berbagai pertunjukan seni budaya Melayu yang menggambarkan kekayaan tradisi masyarakat Kepulauan Riau.
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mengatakan, agenda city tour sengaja dimasukkan dalam rangkaian MTQ agar para peserta memperoleh pengalaman yang lebih lengkap selama berada di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau.
Menurut Raja Ariza, MTQ bukan hanya sarana untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al Quran, tetapi juga momentum memperkenalkan identitas daerah kepada generasi muda dari seluruh wilayah Kepulauan Riau.
“City tour ini akan memberikan pengalaman kepada para peserta mengenal lebih dekat sejarah Tanjungpinang sebagai pusat peradaban Melayu,” kata Raja Ariza, Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan, Pulau Penyengat merupakan salah satu aset sejarah dan budaya yang memiliki peran penting dalam perjalanan peradaban Melayu. Karena itu, keberadaannya perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Melalui kunjungan tersebut, para peserta diharapkan dapat memahami bahwa Kepulauan Riau tidak hanya dikenal sebagai daerah maritim dan kawasan strategis perbatasan, tetapi juga sebagai pusat lahirnya pemikiran, sastra, dan kebudayaan Melayu yang berpengaruh di Nusantara.
Selain menjadi sarana edukasi sejarah, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan antarkafilah yang selama beberapa hari mengikuti berbagai cabang perlombaan MTQ.
Pemerintah Kota Tanjungpinang sendiri saat ini terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan MTQ XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau yang akan berlangsung pada 4 hingga 9 Juli 2026. Selain menyiapkan arena perlombaan dan fasilitas pendukung bagi peserta, panitia juga memastikan berbagai agenda pendamping berjalan dengan baik.
Pelaksanaan city tour ke Pulau Penyengat menjadi salah satu upaya menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi para peserta. Dengan demikian, para kafilah tidak hanya pulang membawa pengalaman berlomba, tetapi juga pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah, budaya, dan nilai-nilai Melayu yang menjadi identitas Kepulauan Riau.
Rangkaian kunjungan ke Pulau Penyengat tersebut akan menjadi salah satu agenda penutup sebelum pelaksanaan seremoni penutupan MTQ XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau pada 9 Juli 2026.










