Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Kontingen Kota Tanjungpinang meraih satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu dari cabang olahraga panjat tebing Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026 hingga Rabu (4/11/2026) sore.
Medali emas tuan rumah diraih melalui nomor lead tim putri. Sementara itu, medali perak diperoleh dari nomor lead tim putra dan perunggu dari nomor lead tim campuran atau mix.
Pertandingan panjat tebing berlangsung di Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Kota Tanjungpinang, pada 3–6 November 2026. Sebanyak 45 atlet dari lima kabupaten dan kota mengikuti cabang olahraga tersebut.
Tanjungpinang menurunkan 14 atlet, Karimun 12 atlet, Batam 10 atlet, Natuna enam atlet, dan Bintan tiga atlet.
Terdapat dua kategori yang dipertandingkan, yakni lead dan speed. Setiap kategori mencakup lima nomor, yaitu perorangan putra, perorangan putri, tim campuran, tim putra, dan tim putri.
Tiga daerah berbagi emas
Hingga Rabu sore, tiga nomor pertandingan telah selesai digelar. Tanjungpinang, Batam, dan Karimun masing-masing meraih satu medali emas.
Pada nomor lead tim putri, Tanjungpinang menempati posisi pertama, diikuti Batam yang meraih perak dan Karimun yang memperoleh perunggu.
Sementara itu, Batam meraih emas pada nomor lead tim putra. Tanjungpinang memperoleh perak, sedangkan Karimun membawa pulang perunggu.
Adapun pada nomor lead tim campuran, Karimun meraih emas, disusul Batam dengan perak dan Tanjungpinang dengan perunggu.
Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Tanjungpinang sekaligus Manajer Tim Panjat Tebing Tanjungpinang, Rohaizan, mengapresiasi perjuangan para atlet dan pelatih.
“Kami bersyukur atas hasil yang telah diraih sejauh ini. Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh atlet dan pelatih yang telah bekerja keras, menunjukkan semangat juang, serta memberikan penampilan terbaik untuk Kota Tanjungpinang,” ujar Rohaizan.
Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi.
“Harapan kami, prestasi ini dapat terus ditingkatkan dan menjadi motivasi bagi para atlet untuk meraih hasil yang lebih baik pada kejuaraan berikutnya,” katanya.
Setelah menyelesaikan rangkaian pertandingan pada Rabu, kompetisi dijadwalkan berlanjut pada Kamis (5/11/2026) dengan mempertandingkan nomor-nomor berikutnya.
Perluas pengenalan panjat tebing kepada pelajar
Ketua Umum FPTI Provinsi Kepulauan Riau Wahyu Wahyudin mengatakan, pelaksanaan pertandingan secara umum berjalan lancar. Meski demikian, sempat terjadi miskomunikasi antaratlet pada awal kegiatan.
“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar dan baik walaupun di awal ada sedikit miskomunikasi antara atlet,” ujar Wahyu.
Ia berharap Porprov dapat mendorong lahirnya lebih banyak atlet panjat tebing berprestasi dari seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.
Untuk mendukung pembinaan, pengurus FPTI berencana memperluas sosialisasi olahraga panjat tebing kepada masyarakat, mulai dari remaja hingga dewasa, khususnya pelajar SMA dan SMK.
Menurut Wahyu, panjat tebing memiliki prospek yang baik sehingga perlu diperkenalkan lebih luas. Langkah tersebut diharapkan menarik minat generasi muda untuk berlatih dan mengembangkan kemampuan.
Melalui penyelenggaraan Porprov dan perluasan sosialisasi, FPTI berharap pembinaan panjat tebing di Kepulauan Riau semakin berkembang serta melahirkan atlet yang mampu bersaing pada tingkat nasional maupun internasional.















