Jakarta, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota Tanjungpinang kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Tiga sekolah di Kota Tanjungpinang berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari, hadir langsung bersama perwakilan sekolah penerima penghargaan. Turut mendampingi, Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kota Tanjungpinang, Desryati, mewakili Kepala DLH Kota Tanjungpinang, Dr. Ahmad Yani.
Pada tahun ini, pemerintah pusat memberikan dua kategori penghargaan, yakni Adiwiyata Mandiri kepada 228 sekolah dan Adiwiyata Nasional kepada 721 sekolah se-Indonesia.
Di Provinsi Kepulauan Riau, terdapat empat sekolah yang lolos penilaian dan menerima penghargaan. Tiga di antaranya berasal dari Tanjungpinang, yaitu:
• SMP Negeri 10 Tanjungpinang meraih Adiwiyata Mandiri, predikat tertinggi dalam program Adiwiyata.
• SMP Negeri 2 Tanjungpinang meraih Adiwiyata Nasional.
• SD Negeri 10 Tanjungpinang Timur meraih Adiwiyata Nasional.
Capaian ini menegaskan komitmen Tanjungpinang dalam penguatan pendidikan lingkungan hidup dan pengembangan budaya sekolah yang berwawasan ekologis.
Dinas Pendidikan Apresiasi Capaian Sekolah
Dalam keterangannya di TMII, Teguh Ahmad Syafari menyampaikan apresiasi atas dedikasi sekolah-sekolah di Tanjungpinang dalam menjalankan program Adiwiyata.
“Prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa komitmen sekolah-sekolah di Tanjungpinang terhadap pendidikan lingkungan hidup berjalan dengan sangat baik. Kami akan terus mendorong sekolah untuk mengikuti dan mengembangkan program Adiwiyata sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik,” ujarnya.
Teguh juga mengungkapkan, berdasarkan data DLH, Tanjungpinang kini memiliki 22 sekolah Adiwiyata tingkat provinsi dan 6 sekolah Adiwiyata tingkat nasional. Ia menargetkan peningkatan signifikan pada tahun mendatang.
“Kami akan dorong sekolah-sekolah yang berada pada level provinsi dan nasional untuk mengikuti penilaian Adiwiyata tahun depan. Harapannya, pada 2026 Tanjungpinang dapat mengirim lebih banyak sekolah dan meraih capaian yang lebih tinggi,” tambahnya.
DLH Soroti Pentingnya Pendidikan Ekologis
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani, dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa program Adiwiyata merupakan bagian penting dari pembentukan karakter peduli lingkungan.
“Program Adiwiyata bukan hanya tentang menciptakan sekolah yang bersih dan nyaman, tetapi juga menanamkan pola pikir ekologis sejak dini. Ini investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.
Ia juga mendorong keterlibatan lebih besar dari dunia usaha.
“Kami berharap pihak swasta dapat berperan aktif mendukung program pendidikan lingkungan hidup. Kontribusi mereka masih sangat terbatas, padahal dukungan tersebut sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan program ini,” katanya.
Secara nasional, persentase sekolah Adiwiyata baru mencapai sekitar 1 persen. Namun, Kota Tanjungpinang telah mencatatkan capaian 41,7 persen, jauh di atas rata-rata nasional.
Momentum Penguatan Komitmen Lingkungan
Penganugerahan Adiwiyata 2025 menjadi momentum bagi Tanjungpinang untuk memperkuat peran sebagai daerah yang memberi perhatian besar pada pendidikan lingkungan dan pembangunan karakter ekologis di sekolah-sekolah.














