Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura meninjau pengerjaan renovasi Masjid Raya Nur Ilahi di kawasan Dompak, Kota Tanjungpinang, Rabu (2/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses renovasi berjalan sesuai desain dan rencana yang telah ditetapkan. Nyanyang juga ingin memastikan kualitas bahan dan hasil pekerjaan memenuhi spesifikasi yang tercantum dalam kontrak.
Menurut Nyanyang, Masjid Raya Nur Ilahi harus terus dikembangkan sebagai salah satu ikon Dompak yang membanggakan. Selain memiliki nilai arsitektur, masjid tersebut juga harus mampu memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang datang untuk beribadah.
Renovasi Masjid Raya Nur Ilahi dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp15.969.875.000. Pengerjaan dijadwalkan berlangsung selama 195 hari kalender, terhitung sejak 19 Juni 2026.
Dalam proyek renovasi itu, sejumlah bagian masjid diperbaiki dan ditata kembali. Salah satunya adalah pengecatan dinding luar masjid dan menara.
Warna dinding dan menara masjid yang sebelumnya didominasi biru akan diubah menjadi hijau dan kuning. Perubahan warna tersebut menjadi bagian dari penataan tampilan Masjid Raya Nur Ilahi agar terlihat lebih segar dan menarik.
Selain pengecatan, pelataran masjid akan dilengkapi dengan kanopi. Fasilitas tersebut dibangun untuk menciptakan suasana yang lebih teduh sekaligus melindungi area pelataran dari paparan sinar matahari dan air hujan.
Perbaikan juga dilakukan pada bagian atap dan kubah masjid. Bagian tersebut akan dilapisi menggunakan enamel agar lebih kuat sekaligus menunjang tampilan bangunan.
Saat meninjau sejumlah bagian yang sedang dikerjakan, Nyanyang meminta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Provinsi Kepri melakukan pengawasan secara optimal.
Pengawasan diperlukan untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai desain, spesifikasi teknis, dan ketentuan dalam kontrak. Ia juga mengingatkan agar bahan dan material yang digunakan tidak menyimpang dari spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Kita ingin pengerjaan ini benar-benar sesuai dengan desain dan rencana awal. Kualitas bahan dan material juga harus dipastikan sesuai kontrak, sehingga hasil renovasi dapat bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujar Nyanyang.
Menurut dia, kualitas pengerjaan harus menjadi perhatian utama karena Masjid Raya Nur Ilahi merupakan fasilitas publik yang digunakan masyarakat untuk menjalankan kegiatan keagamaan.
Hasil renovasi yang berkualitas diharapkan tidak hanya memperindah tampilan bangunan, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat berada di lingkungan masjid.
Nyanyang mengatakan, Masjid Raya Nur Ilahi memiliki posisi penting sebagai salah satu ikon Dompak. Masjid tersebut juga menjadi bagian dari kehidupan keagamaan masyarakat Kota Tanjungpinang dan Kepulauan Riau.
Oleh karena itu, pelaksanaan renovasi harus dilakukan secara sungguh-sungguh agar hasilnya dapat bertahan dalam jangka panjang dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Nyanyang berharap, setelah seluruh pekerjaan selesai, Masjid Raya Nur Ilahi semakin nyaman digunakan untuk beribadah dan berbagai kegiatan keagamaan.
“Kita ingin Masjid Raya Nur Ilahi terus menjadi kebanggaan masyarakat Tanjungpinang dan menjadi ikon Dompak yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah dengan nyaman,” katanya.
Pemerintah Provinsi Kepri berharap penataan tersebut dapat memperkuat fungsi Masjid Raya Nur Ilahi sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus salah satu penanda kawasan pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau di Dompak.














