www.jurnalkota.co.id
Oleh: Puput Ariantika, S.T.
Mudik adalah aktivitas yang sangat diinginkan bagi setiap orang yang berada jauh dari kampung halaman. Mudik merupakan istilah yang muncul saat menjelang hari Raya idul Fitri atau dipenghujung Ramadhan. Banyak hal yang harus dipersiapkan ketika seseorang merencanakan mudik atau pulang ke kampung halaman. Diantara oleh-oleh, biaya untuk kehidupan di kampung dan biaya ongkos untuk transportasi menuju kampung.
Bicara tentang biaya ongkos transportasi untuk pulang kampung ternyata menjelang hari raya Idul Fitri mengalami kenaikan di beberapa moda transportasi. Kenaikan ongkos ini sering terjadi disetiap tahunnya. Begitu pula dengan tahun ini. Beberpa media mengabarkan tentang naiknya harga tiket di berbagai moda transportasi.
Berdasarkan pantauan detikSumut melalui aplikasi jasa tiket online, Kamis, (21/3/2024) harga tiket pesawat rute Medan-Jakarta termurah berkisar Rp1.399.000 per orang untuk penerbangan tanggal 6 April 2024, h-6 perayaan Lebaran. Kemudian, harga termahal rute Medan-Jakarta menembus Rp3.277.000 per orang dengan menggunakan maskapai Super Air Jet dengan transit ke Padang selama 22 jam 20 menit. Kemudian dilanjut dengan maskapai Garuda menuju Soekarno Hatta International AirPort. Bahkan menurut CNBC Indonesia, 20 March 2024, tiket pesawat untuk rute Jakarta-Padang di tanggal 6 April 2024 menembus Rp5 Jutaan.
Selain harga tiket pesawat, harga tiket bus sudah mengalami kenaikan hingga dua kali lipat. Di Terminal Kampung Rambutan, terjadi kenaikan hingga dua kali lipat dari harga normal untuk tiket
bus antarkota. Menurut seorang warga harga normalnya tiket bus jakarta Malang sebesar Rp300.000- an, sekarang membeli dengan harga Rp.420.000 tapi nanti keberangkatan dekat Idul Fitri sudah masuk kisaran harga Rp 600.000-Rp700.000. (kompas, 14 April 2023, 09:21 WIB).
Kenaikan harga tiket pesawat ataupun bus tak ubahnya karena hukum ekonomi yang berlaku saat ini. Dimana ketika jumlah permintaan tinggi maka harga semakin tinggi dan ketika harga tinggi, maka penawaran akan meningkat. Kenaikan harga tiket ini dipicu dengan meningkatnya kebutuhan atau keinginan masyarakat untuk pulang kampung.
Hari raya idul Fitri ini merupakan momentum paling berharga untuk masyarakat bisa berkumpul dengan keluarga nya. Jadi ini dijadikan sebuah kesempatan emas bagi penyedia jasa meraih keuntungan yang maksimal dengan menaikkan harga tiket transportasi tersebut.
Hal ini juga menunjukkan lemahnya negara dalam mengontrol biaya transportasi umum untuk masyarakat. Negara menyerahkan pengelolaan transportasi kepada pihak swata, sehingga pihak swasta punya hak penuh dalam menetapkan harga tiket. Ketika pihak swasta menaikkan harga tiket tranfortansi Negara tidak bisa melakukan apapun. lnilah buah sistem kapitalisme dinama negara hanya berfungsi sebagai regulator. Jauh berbeda dengan Islam.
Islam punya sistem pengaturan terbaik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk dalam hal transportasi. Dalam Islam ada yang namanya perencanaan wilayah sehingga masyarakat dengan mudah mengakses semuanya seperti tempat bekerja, sekolah, rumah sakit, dll.
Dalam Islam negara adalah pelayanan rakyat. Sehingga negara benar benar memikirkan bagaimana agar seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Temasuk kebutuhan dalam hal transportasi. Jika itu adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat maka negara akan mengupayakan pemenuhannya.
Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi negara Islam punya anggaran negara tersendiri yang di ambil dari Baitul mal. Anggaran untuk transportasi tidaklah kecil sehingga
bisa menyediakan transportasi yang layak bagi masyarakat. Penyediaan transportasi dalam Islam juga menggunakan teknologi yang terbaru.
Pada masa khilafah Utsmaniyah telah konsisten mengembangkan infrastruktur transportasi. Saat itu kereta api ditemukan di Jerman, segera ada keputusan Khalifah untuk membangun jalur kereta api dengan tujuan utama memperlancar perjalanan haji. Pada 1900, Sultan Abdul Hamid II mencanangkan proyek Hejaz Railway. Jalur kereta ini terbentang dari Istanbul – ibu kota Khilafah – hingga Makkah, melewati Damaskus, Yerusalem, dan Madinah.
Di Damaskus, jalur ini terhubung dengan Baghdad Railway yang rencananya akan terus ke timur menghubungkan seluruh negeri Islam lainnya. Proyek ini diumumkan ke seluruh dunia Islam
dan umat pun berduyun-duyun berwakaf.
Kalau proyek ini selesai, pergerakan pasukan Khilafah untuk mempertahankan berbagai negeri Islam yang terancam penjajah juga sangat menghemat waktu. Dari Istanbul ke Makkah yang semula 40 hari perjalanan tinggal menjadi 5 hari. İnilah konsep transportasi dalam Islam yang sangat jelas memikirkan untuk mempermudah urusan masyarakat. Oleh karena itu penting bagi kita semua berkaca dan sadar bahwa kita butuh sebuah sistem hidup yang memikirkan rakyat. Bukan sistem yang menjadi rakyat sebagai target pasar. Wallahu ‘alam bissawwab.**














