Tutup PBSI Cup 2026, Raja Ariza Dorong Pembinaan Atlet Bulu Tangkis Berkelanjutan

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mendorong pembinaan atlet bulu tangkis dilakukan secara terencana dan berkelanjutan agar mampu melahirkan atlet berkualitas serta berprestasi.

Hal itu disampaikan Raja Ariza saat menutup Kejuaraan Bulu Tangkis PBSI Cup Kota Tanjungpinang 2026 di Lapangan Bulu Tangkis Abhimata, Jumat (11/9/2026) malam.

Mengusung tema “Berbenah Menuju Atlet Berkualitas”, kejuaraan tersebut diselenggarakan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Tanjungpinang bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tanjungpinang.

Raja Ariza mengapresiasi PBSI Kota Tanjungpinang, panitia penyelenggara, wasit, perangkat pertandingan, pelatih, pembina, dan orangtua atlet yang telah mendukung pelaksanaan kejuaraan.

Menurut dia, PBSI Cup 2026 bukan sekadar ajang untuk memperebutkan gelar juara. Kompetisi tersebut merupakan bagian penting dalam proses pembinaan dan pengembangan olahraga bulu tangkis di Kota Tanjungpinang.

“Kejuaraan seperti ini menjadi ruang bagi para atlet untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, meningkatkan kemampuan teknis dan taktis, sekaligus membentuk mental dan karakter sebagai seorang atlet,” kata Raja Ariza.

Ia mengatakan, kompetisi dibutuhkan untuk mengukur hasil latihan yang telah dijalani atlet. Melalui pertandingan, para atlet dapat mengetahui kemampuan sekaligus kekurangan yang masih harus diperbaiki.

Selain mengasah kemampuan teknis dan taktis, kompetisi juga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mental bertanding. Nilai-nilai disiplin, sportivitas, serta kemampuan menghormati lawan dan perangkat pertandingan juga dapat dibentuk melalui kejuaraan.

“Setiap pertandingan harus menjadi bagian dari proses pembelajaran. Atlet tidak hanya dituntut meraih kemenangan, tetapi juga harus mampu mengevaluasi kekurangan, memperbaiki kemampuan, dan terus berkembang menjadi atlet yang lebih baik,” ujarnya.

Raja Ariza menegaskan, prestasi olahraga tidak dapat dicapai secara instan. Keberhasilan seorang atlet merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan latihan disiplin, pembinaan berkelanjutan, pendampingan pelatih, dan pengalaman bertanding.

Oleh karena itu, pembinaan atlet harus dilaksanakan secara konsisten, terencana, terarah, dan terukur. Upaya tersebut juga perlu didukung pelatih yang kompeten, sarana dan prasarana memadai, serta kompetisi yang diselenggarakan secara rutin.

“Prestasi tidak lahir hanya dari satu pertandingan. Prestasi dibangun melalui proses latihan yang disiplin, pembinaan berkesinambungan, serta kesempatan bertanding yang cukup. Karena itu, kompetisi seperti PBSI Cup harus terus kita dorong sebagai bagian dari sistem pembinaan atlet,” kata Raja Ariza.

Kepada atlet yang berhasil meraih gelar juara, Raja Ariza menyampaikan selamat dan berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.

Ia juga meminta para juara tidak cepat berpuas diri karena masih banyak tahapan yang harus dilalui untuk dapat mencapai prestasi pada tingkat yang lebih tinggi.

Sementara itu, atlet yang belum meraih kemenangan diminta tidak berkecil hati. Hasil pertandingan harus dijadikan pengalaman sekaligus bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan.

“Jangan cepat berpuas diri dan jangan menyerah. Teruslah berlatih, lakukan evaluasi, dan jadikan setiap pertandingan sebagai bagian dari proses untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” tuturnya.

Raja Ariza juga mengingatkan seluruh atlet untuk selalu menjaga kedisiplinan dan menjunjung tinggi sportivitas. Atlet tidak hanya dituntut memiliki kemampuan bermain, tetapi juga harus menghormati lawan, pelatih, wasit, dan seluruh perangkat pertandingan.

Menurut dia, Pemerintah Kota Tanjungpinang berkomitmen memajukan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Olahraga memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, tangguh, dan berkarakter.

Namun, pembinaan olahraga tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), PBSI, organisasi cabang olahraga, pelatih, lembaga pendidikan, orangtua, dunia usaha, dan masyarakat sangat dibutuhkan.

“Pembinaan olahraga adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi dan pembinaan yang berkelanjutan, kita berharap semakin banyak atlet Tanjungpinang yang mampu meraih prestasi lebih tinggi,” ujarnya.

Ia berharap PBSI Cup tidak hanya menjadi agenda kompetisi tahunan, tetapi dikembangkan sebagai bagian dari sistem pembinaan olahraga yang berkesinambungan.

Setiap penyelenggaraan kejuaraan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memetakan potensi atlet, mengukur perkembangan hasil latihan, meningkatkan jam terbang, serta menemukan bibit-bibit atlet bulu tangkis potensial.

“Harapan kita, kompetisi seperti ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan antarklub dan mencari juara, tetapi benar-benar menjadi ruang bagi atlet untuk berkembang,” kata Raja Ariza.

Melalui kompetisi yang rutin dan pembinaan yang tepat, ia berharap lahir atlet-atlet bulu tangkis berkualitas yang mampu mengharumkan nama Kota Tanjungpinang pada tingkat provinsi, nasional, bahkan jenjang yang lebih tinggi.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *