Lebak, Jurnalkota.co.id
Ulama kharismatik Kabupaten Lebak, KH Hasan Basri, mendesak komika Pandji Pragiwaksono untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada umat Islam atas pernyataannya yang dinilai menyinggung ibadah salat. Ia juga meminta Pandji melakukan taubat nasuha kepada Allah SWT.
Desakan tersebut disampaikan KH Hasan Basri, yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hasanah, di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Rabu (21/1/2026).
“Kami berharap Pandji meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam,” ujar KH Hasan Basri.
Menurut KH Hasan Basri, pernyataan Pandji dalam materi stand up comedy berjudul Mens Rea sejatinya membahas soal kepemimpinan. Namun, dalam penyampaiannya, terdapat bagian yang dinilai menyinggung ibadah salat.
Dalam salah satu materi tersebut, Pandji menyampaikan kalimat, “Gue mau pilih yang salatnya enggak pernah bolong. Kalau salatnya enggak pernah bolong berarti orang baik. Emang iya? Enggak.”
KH Hasan Basri menilai kalimat tersebut berpotensi merendahkan ibadah salat, yang merupakan perintah langsung dari Allah SWT. Menurut dia, salat memiliki kedudukan yang sangat agung dalam ajaran Islam dan tidak semestinya dijadikan bahan pernyataan yang dapat menimbulkan tafsir meremehkan.
Ia kemudian mengutip sejumlah ayat Al Quran yang menegaskan pentingnya salat, di antaranya Surah Thaha ayat 132 yang memerintahkan umat Islam untuk menegakkan salat dan bersabar dalam menjalankannya. Selain itu, Surah Al Ankabut ayat 45 juga menegaskan bahwa salat mencegah perbuatan keji dan mungkar.
KH Hasan Basri juga menyebut Surah Al Ma’arij ayat 19–21 yang menjelaskan sifat manusia, serta Surah Al Isra ayat 78 tentang perintah mendirikan salat sejak tergelincirnya matahari hingga malam hari, termasuk salat Subuh yang disaksikan para malaikat.
“Salat lima waktu adalah kewajiban yang harus dijalankan terus-menerus karena merupakan perintah Allah SWT. Kalimat yang disampaikan dalam materi tersebut berpotensi merendahkan perintah yang telah diagungkan oleh Allah,” kata KH Hasan Basri.
Ia menambahkan, pernyataan tersebut bisa memicu tafsir negatif di tengah masyarakat, khususnya umat Islam. Menurut dia, apabila disampaikan dengan redaksi yang lebih utuh dan hati-hati, pernyataan tersebut tidak akan menimbulkan polemik.
“Kami mendesak Pandji Pragiwaksono untuk meminta maaf kepada umat Islam dan melakukan taubat nasuha kepada Allah SWT atas pernyataannya yang dianggap menghina ibadah salat,” ujar KH Hasan Basri.
Penulis: Noma
Editor: Antoni














