Jakarta, Jurnalkota.co.id
Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menegaskan bahwa upaya mencegah perundungan (bullying) dan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan aktif keluarga, sekolah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, hingga seluruh elemen masyarakat agar dapat ditangani secara menyeluruh.
Hal itu disampaikan Iin saat menghadiri kegiatan pembekalan program pemerintah bertema “Mencegah Bullying dan Stunting” yang diinisiasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Jakarta Barat di Aula Masjid Al-Muchlisin, Kecamatan Grogol Petamburan, Rabu (22/7/2026).
Dalam sambutannya, Iin mengapresiasi peran berbagai organisasi kemasyarakatan yang selama ini terus berkontribusi mendukung program-program pemerintah, khususnya dalam membangun kualitas kehidupan sosial masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi modal utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi tumbuh kembang anak.
“Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga. Mari kita manfaatkan waktu dan energi yang kita miliki untuk melakukan kebaikan bagi masyarakat,” ujar Iin.
Ia menuturkan, persoalan bullying maupun stunting merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama. Karena itu, setiap pihak memiliki tanggung jawab sesuai perannya masing-masing, mulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama anak, sekolah sebagai tempat pembentukan karakter, hingga masyarakat yang turut menciptakan lingkungan sosial yang positif.
Dalam kesempatan tersebut, Iin juga menyoroti masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak yang menjadi perhatian serius pemerintah. Meski demikian, ia menilai meningkatnya keberanian masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan merupakan perkembangan yang positif.
Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk melapor menunjukkan semakin kuatnya kepedulian terhadap perlindungan anak serta menjadi langkah penting dalam memutus rantai kekerasan.
“Kasus kekerasan terhadap anak harus menjadi perhatian kita bersama. Anak merupakan kelompok yang rentan sehingga membutuhkan perlindungan dari seluruh pihak. Yang terpenting saat ini adalah masyarakat sudah semakin berani melapor ketika mengetahui adanya tindak kekerasan,” katanya.
Iin menjelaskan, penyelesaian berbagai persoalan yang menyangkut anak harus dimulai dari lingkungan keluarga. Ia menilai keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, memberikan pendidikan moral, sekaligus menciptakan rasa aman bagi anak.
Menurutnya, orang tua memiliki peran yang tidak dapat digantikan dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak sejak usia dini.
“Ketahanan keluarga menjadi fondasi utama. Orang tua adalah guru pertama bagi anak, sedangkan ibu merupakan madrasah pertama yang membentuk karakter, memberikan kasih sayang, serta memastikan tumbuh kembang anak berjalan dengan baik,” ujarnya.
Selain memperkuat ketahanan keluarga, Iin juga menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Ia mengatakan keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan anak membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Karakter seperti disiplin, mandiri, menjaga kebersihan, menghormati sesama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak usia dini agar menjadi bekal bagi anak menghadapi kehidupan di masa depan.
Menurut Iin, pembangunan kota tidak cukup hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur. Pembangunan sumber daya manusia juga harus menjadi prioritas agar tercipta generasi yang sehat, berkarakter, dan mampu menghadapi berbagai tantangan sosial.
Ia menambahkan, lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman harus diiringi dengan masyarakat yang memiliki budaya saling menghargai, menghormati perbedaan, serta menolak segala bentuk kekerasan.
“Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur. Yang paling penting adalah membangun manusianya, membangun karakter anak-anak kita agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, berakhlak, dan bebas dari kekerasan maupun stunting,” tutur Iin.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam upaya pencegahan bullying dan stunting. Sinergi antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan tokoh agama diharapkan mampu memperkuat perlindungan terhadap anak sekaligus menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter sebagai modal pembangunan bangsa di masa mendatang.
Penulis: Awal
Editor: Antoni








