Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Operasi Pasar Murah yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang di halaman Gedung Tengku Mandak, Bintan Center, Minggu (24/5/2026), disambut antusias masyarakat. Sejak pagi hari, warga terlihat memadati lokasi untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.
Program pasar murah tersebut menjadi alternatif belanja hemat bagi warga di tengah fluktuasi harga bahan pokok yang masih terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah komoditas seperti beras SPHP, minyak goreng Minyakita, telur ayam, cabai merah, hingga bawang merah menjadi barang yang paling banyak diburu masyarakat.
Antrean warga bahkan sudah terlihat sejak kegiatan dimulai. Banyak masyarakat datang lebih awal agar tidak kehabisan stok bahan kebutuhan rumah tangga yang dijual dengan harga subsidi.
Suci, warga Batu 16, mengaku sengaja datang sejak pagi bersama anggota keluarganya untuk membeli sejumlah kebutuhan dapur. Menurut dia, harga barang yang dijual dalam operasi pasar murah jauh lebih ringan dibandingkan harga di toko maupun pasar tradisional.
“Kalau minyak di sini cuma Rp15 ribuan per liter. Beras SPHP juga sekitar Rp58 ribuan, sementara di luar sudah lebih dari Rp60 ribu,” kata Suci saat ditemui di lokasi.
Ia mengatakan, selisih harga tersebut memang tidak terlalu besar, namun sangat membantu masyarakat dalam mengurangi pengeluaran rumah tangga sehari-hari, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.
Dalam operasi pasar murah tersebut, Suci membeli beras, minyak goreng, telur, serta beberapa kebutuhan dapur lainnya dengan total belanja sekitar Rp150.000.
“Lumayan membantu. Apalagi sekarang harga kebutuhan kadang naik turun. Kalau ada pasar murah seperti ini, kami jadi bisa sedikit berhemat,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Rohana, warga lainnya yang ikut mengantre untuk membeli kebutuhan pokok. Ia membeli dua karung beras ukuran lima kilogram dan dua liter minyak goreng untuk persediaan di rumah.
“Alhamdulillah sangat terbantu. Kalau beli di luar memang lebih mahal. Di sini harganya masih bisa dijangkau,” kata Rohana.
Menurut dia, operasi pasar murah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang harus mengatur pengeluaran keluarga di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pokok.
Rohana berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih rutin oleh pemerintah, khususnya menjelang hari besar keagamaan maupun momen tertentu saat harga sembako biasanya mengalami lonjakan.
“Kalau bisa lebih sering lagi. Biasanya kalau sudah dekat hari besar harga mulai naik dan masyarakat sangat membutuhkan pasar murah seperti ini,” ujarnya.
Selain membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, operasi pasar murah juga menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi daerah.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya Pemko Tanjungpinang untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan mudah diakses masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Sejumlah warga berharap operasi pasar murah tidak hanya digelar di pusat kota, tetapi juga menjangkau kawasan permukiman dan wilayah pinggiran agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.










