Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Yayasan Muhammad Al-Faatih menggelar kegiatan Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an bagi siswa SD dan SMP Islam Al-Faatih di Aula SMK Negeri 3 Tanjungpinang, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi para siswa yang telah menuntaskan proses pendidikan sekaligus mencapai target hafalan Al-Qur’an. Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti acara, terutama saat para wisudawan dipanggil satu per satu untuk menerima penghargaan atas capaian mereka.
Ratusan orang tua siswa tampak hadir memberikan dukungan langsung kepada anak-anak mereka. Tak sedikit yang menitikkan air mata haru melihat buah hati mereka berhasil menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an di usia dini.
Pembina Yayasan Muhammad Al-Faatih, Teguh Budiwiyono, mengatakan program tahfidz Al-Qur’an merupakan salah satu unggulan dalam kurikulum pendidikan di SD dan SMP Islam Al-Faatih.
Menurutnya, pendidikan berbasis Al-Qur’an menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang kuat.
“Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlak yang baik. Program tahfidz ini menjadi bagian penting dari upaya tersebut,” ujar Teguh.
Dengan mengangkat tema “Menjadi Generasi Hamalatul Qur’an Pembawa Cahaya di Tengah Zaman”, kegiatan ini menegaskan komitmen sekolah dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.
Tema tersebut juga mencerminkan harapan agar para siswa mampu menjadi generasi pembawa nilai-nilai kebaikan di tengah berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.
Hadir mewakili Wali Kota Tanjungpinang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Tamrin Dahlan, menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas konsistensinya dalam membina generasi Qur’ani.
Ia menilai, wisuda tahfidz bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata dari kesungguhan siswa dalam menjaga dan menghafal Al-Qur’an.
“Wisuda Tahfidz Qur’an ini bukan hanya acara seremonial, tetapi merupakan capaian luar biasa. Ini menunjukkan kesungguhan anak-anak kita dalam menghafal dan menjaga Al-Qur’an,” ujar Tamrin.
Menurut Tamrin, kemampuan menghafal Al-Qur’an harus diiringi dengan pemahaman dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat membentuk karakter generasi yang berakhlakul karimah.
“Harapannya, anak-anak kita tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Dengan begitu, mereka bisa menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Tamrin juga menyinggung program Pemerintah Kota Tanjungpinang yang mendorong kebiasaan membaca Al-Qur’an sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai di sekolah.
Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai spiritual sejak dini serta membentuk karakter siswa yang religius dan disiplin.
“Ini bagian dari upaya kita membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki iman dan akhlak yang kuat,” tambahnya.
Ia menegaskan, pendidikan karakter yang dipadukan dengan nilai-nilai religius menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan global saat ini.
Generasi muda, kata dia, tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki jati diri, integritas, serta moral yang kokoh.
Pemerintah Kota Tanjungpinang, lanjut Tamrin, akan terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan, termasuk pendidikan berbasis keagamaan.
Hal ini sejalan dengan upaya pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan tetap berlandaskan nilai-nilai moral serta budaya bangsa.
Dengan terselenggaranya wisuda tahfidz ini, diharapkan para lulusan dapat menjadi generasi Qur’ani yang tidak hanya membanggakan keluarga, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di masa depan.














